Doa Menanam Tumbuhan agar Subur dan Terhindar dari Hama

Ilustrasi: Akil Mazumder/Pexels

Doa Menanam Tumbuhan agar Subur dan Terhindar dari Hama

Riza Aslam Khaeron • 28 September 2026 07:00

Jakarta: Menanam tumbuhan tidak hanya membutuhkan bibit yang baik dan perawatan yang tepat. Bagi umat Islam, kegiatan tersebut juga dapat disertai dengan doa sebagai bentuk ikhtiar batin agar tanaman tumbuh subur, menghasilkan buah, dan terhindar dari berbagai gangguan.

Ikhtiar lahiriah dalam bercocok tanam dapat dilakukan dengan memilih bibit unggul serta merawat tanaman secara konsisten. Sementara itu, ikhtiar batin dilakukan dengan memanjatkan doa kepada Allah Swt.

Mengutip NU Online, salah satu doa ketika mulai menanam disebutkan oleh Imam Al-Qurtubi dalam kitab Al-Jami' li Ahkamil Qur'an. Bacaan tersebut diawali dengan taawuz serta Surah Al-Waqi'ah ayat 63–64.
 

Bacaan saat Mulai Menanam



A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim. A fa ra'aitum ma tahrutsun. A antum tazra'unahu am nahnuz zari'un.

Artinya: “Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam? Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?
”
Dua ayat tersebut berasal dari Surah Al-Waqi'ah ayat 63–64. Ayat ini mengingatkan bahwa manusia hanya dapat menanam benih, tetapi Allah Swt. yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman yang berbuah.
 

Doa Menanam Tumbuhan

Setelah membaca ayat tersebut, amalan dapat dilanjutkan dengan membaca doa berikut:



Balillahu az-zari'u wal munbitu wal muballighu. Allahumma shalli 'ala Muhammadin, warzuqna tsamarahu, wa jannibna dlararahu, waj'alna li an'umika minasy syakirin, wa li ala'ika minadz dzakirin, wa barik lana fihi ya rabbal 'alamin.

Artinya: “Allah adalah Zat yang menanam, menumbuhkan, dan menyampaikan. Ya Allah, limpahkanlah selawat kepada Nabi Muhammad. Berikanlah kepada kami buahnya, jauhkanlah dari kami bahayanya, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang bersyukur atas nikmat-Mu dan selalu mengingat anugerah-Mu. Berikanlah keberkahan kepada kami di dalamnya, wahai Tuhan seluruh alam.”

Doa tersebut bersumber dari rujukan Imam Al-Qurtubi. Isinya mengandung permohonan agar tanaman menghasilkan buah, terhindar dari bahaya, serta menjadi sarana untuk selalu bersyukur dan mengingat keberkahan dari Allah Swt.
 
Mengutip NU Online, Imam Al-Qurtubi menyatakan bahwa bacaan tersebut diamalkan sebagai wasilah agar tanaman memperoleh perlindungan dari gangguan hama, seperti penyakit tanaman, ulat, belalang, dan sejenisnya.

Kendati demikian, doa tetap harus disertai dengan ikhtiar nyata. Pemilihan bibit unggul, penyiraman yang teratur, pemupukan, serta pengendalian hama secara fisik tetap menjadi bagian penting agar tumbuhan dapat berkembang dengan optimal. NU Online menekankan bahwa doa berfungsi sebagai pendamping ikhtiar lahiriah, bukan sebagai penggantinya.

(Riza Aslam Khaeron)