Aksi Protes Pelajar Prancis Berlanjut, 500 Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar

Aksi protes pelajar berlanjut di Prancis dengan 400-500 sekolah menghentikan aktivitas. (Anadolu Agency)

Aksi Protes Pelajar Prancis Berlanjut, 500 Sekolah Hentikan Aktivitas Belajar

Willy Haryono • 5 October 2026 16:46

Paris: Aksi protes pelajar terus berlangsung di berbagai wilayah Prancis pada Senin, 5 Oktober 2026, dengan sekitar 400 hingga 500 sekolah menengah atas (SMA) menghentikan seluruh atau sebagian aktivitas belajar mengajar.

Menurut stasiun televisi BFMTV, jumlah tersebut setara dengan sekitar 10-13 persen dari 3.700 SMA di Prancis. Menteri Pendidikan Edouard Geffray mengatakan penghentian kegiatan di sejumlah sekolah berkaitan dengan persoalan keamanan.

Demonstrasi yang bermula di kawasan Paris pada pertengahan September tersebut semakin intensif pekan lalu. Para pelajar menuntut tambahan sumber daya, perbaikan kondisi gedung sekolah, pengurangan jumlah siswa dalam kelas, serta langkah untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidikan.

Di wilayah Ile-de-France yang mengelilingi Paris, lebih dari 160 SMA diperkirakan ditutup pada Senin, menurut otoritas regional. Mobilisasi tersebut juga diwarnai sejumlah insiden di Paris.

Di SMA Vauquelin, pihak berwenang melaporkan tiga kebakaran di sekitar pintu masuk sekolah pada Senin pagi.

Kepala sekolah menghubungi polisi setelah kebakaran pertama dilaporkan sekitar pukul 07.50 waktu setempat atau 05.50 GMT. Petugas pemadam kebakaran kemudian dikerahkan, sementara siswa dan staf diminta tetap berada di dalam gedung.

Sekitar 100 siswa dilaporkan dievakuasi dari sekolah tersebut setelah insiden.

Sementara itu, para siswa mulai memblokir SMA Turgot di Paris pada Senin pagi. Mereka menggunakan tempat sampah, pagar, dan berbagai tanda untuk menghalangi akses menuju sekolah.

Ribuan Orang Ditangkap

Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Pendidikan Prancis melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah penangkapan dan korban luka sejak aksi mobilisasi dimulai.

Pihak berwenang menyebut sekitar 5.000 orang telah ditangkap sejak awal gerakan tersebut. Sekitar 85 persen di antaranya merupakan anak di bawah umur di wilayah Ile-de-France.

Menteri Pendidikan mengatakan 24 sekolah telah “dibakar atau dirusak," sementara 78 staf Kementerian Pendidikan dan sekitar 600 polisi serta anggota gendarmerie terluka. Geffray juga mengatakan 170 pelajar mengalami luka sejak aksi protes dimulai.

Lima penyelidikan telah dibuka oleh Inspektorat Jenderal Kepolisian Nasional Prancis terkait sejumlah insiden yang berhubungan dengan mobilisasi tersebut.

Perdana Menteri Francois Bayrou berupaya meredakan krisis dengan mengajukan lima proposal. Ia juga menyerukan agar keputusan terkait persoalan tersebut dapat dicapai sebelum akhir Oktober.

Baca juga: Lebih dari 5.000 Orang Ditangkap dalam Aksi Protes Pelajar di Prancis

(Willy Haryono)