Ilustrasi Penelitian. DOK IPB
Inovator Perempuan Indonesia Diasah Kembangkan Solusi Masalah Kesehatan dan Iklim
Whisnu Mardiansyah • 2 November 2026 21:30
Jakarta: Sebanyak 10 inovator perempuan Indonesia mendapat pendampingan untuk mengembangkan solusi dalam menghadapi persoalan kesehatan masyarakat dan perubahan iklim melalui Program Sandbox Bayer Foundation dan HIEx.
Memasuki fase Sandbox 90 Hari, para peserta akan menguji inovasi mereka secara langsung di tengah masyarakat. Program yang didukung Bayer Foundation tersebut dirancang untuk membantu para pengusaha perempuan mengembangkan solusi berbasis komunitas menjadi usaha sosial yang berkelanjutan.
Pendampingan diberikan melalui bimbingan, dukungan katalitik, serta akses ke jaringan global. Pelaksanaan program berada di bawah arahan Biju Jacob selaku Chief Technology Officer HIEx dan Peng Zhong selaku Direktur Inovasi Sosial Bayer Foundation. Program ini juga melibatkan Patota Tambunan sebagai Direktur Program HIEx Sandbox.
Kolaborasi Bayer Foundation dan HIEx berfokus pada pengembangan inovasi yang dipimpin perempuan, khususnya solusi yang menjawab keterkaitan antara persoalan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Program tersebut juga diarahkan untuk mendukung kesetaraan akses kesehatan yang responsif gender serta adaptasi terhadap perubahan iklim.
Bayer Foundation memberikan dukungan untuk membantu inovator perempuan di negara berpenghasilan rendah dan menengah mengembangkan gagasan lokal menjadi usaha sosial yang memiliki jangkauan lebih luas. Adapun HIEx berperan menghubungkan para peserta dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), investor, dan wirausaha sosial.
Para peserta dari Indonesia dalam program ini terdiri atas 10 inovator yang mengembangkan pendekatan berbeda untuk menjawab tantangan kesehatan dan lingkungan. Bidang inovasi mereka mencakup teknologi kesehatan digital, ekonomi sirkular, sistem pemurnian air, hingga penguatan ketahanan masyarakat.
Sepuluh peserta tersebut ialah Aikite, Ancala Project, DoctorTool, Komodo Water, Rabu Biru Foundation, KantiHealth, ReservoAir, Serat Nusa, TenangAI, dan YHHI (Youth Health Hub Indonesia).
Dalam fase Sandbox 90 Hari, para peserta akan menerapkan solusi masing-masing di komunitas yang membutuhkan. Lokasi uji coba mencakup kawasan pesisir yang menghadapi ancaman banjir hingga klinik di wilayah perdesaan yang belum mendapatkan layanan secara optimal.
Proses tersebut mencakup pengumpulan data langsung, pengujian kemudahan akses bagi masyarakat, serta pengukuran dampak sosial dan lingkungan. Para inovator juga akan menyusun analisis biaya dan manfaat sebagai bahan pertimbangan bagi calon pengguna dari sektor publik maupun swasta.

Gedung BRIN. Foto: Humas BRIN.
Direktur Program HIEx Sandbox, Patota Tambunan, mengatakan fase tersebut menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan inovasi lokal dalam menjawab persoalan kesehatan dan kerentanan iklim.
"Periode sandbox 90 hari ini adalah jendela krusial untuk menunjukkan bagaimana solusi lokal yang dipimpin perempuan dapat mendorong ketahanan sistemik terhadap kerentanan iklim dan kesehatan," ujar Patota Tambunan, Direktur Program HIEx Sandbox. "Melalui Program Sandbox Bayer Foundation dan HIEx, fokus kami adalah melangkah melampaui kerangka konseptual menuju hasil nyata berbasis data yang melindungi ekosistem yang rapuh dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata Patota dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 November 2026.
Setelah rangkaian uji coba berakhir, hasil evaluasi dan pengukuran dampak dari 10 usaha tersebut akan dirangkum. Temuan itu kemudian dipresentasikan kepada investor global, mitra pembangunan, dan pemimpin pemerintahan melalui showcase nasional serta forum kebijakan internasional.