Penggunaan Dana Kebencanaan Harus Sesuai Data dan Kebutuhan Lapangan

Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, dalam program Kontroversi edisi Indonesia Terkepung Bencana. Dok. Metro TV

Penggunaan Dana Kebencanaan Harus Sesuai Data dan Kebutuhan Lapangan

Muhamad Marup • 10 September 2026 22:50

Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanulhaq, menekankan, penggunaan dana kebencanaan harus sesuai data dan kebutuhan lapangan. Menurutnya, penting untuk memprioritaskan wilayah-wilayah yang memiliki risiko bencana yang tinggi.

"Anggaran itu harus berbasis atas peta risiko. Apakah itu sudah dilakukan atau enggak, data-data daerah mana yang risikonya tinggi, mana yang landai dan sebagainya," ujar Maman, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 10 September 2026.

Ia mengingatkan, mitigasi bencana harus dijadikan sebagai investasi, bukan sekadar belanja darurat. Menurutnya, bencana sebenarnya adalah ketidakmampuan menangani bencana.

"Jadi tidak hanya sekedar untuk penanganan-penanganan karena kritik kita, bangsa ini, pemerintahnya itu kalau bencana itu bersikap reaktif, tidak proaktif," jelasnya.


Pelaksana tugas (Plt) Kapusdatinkom Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan, dalam program Kontroversi edisi Indonesia Terkepung Bencana. Dok. Metro TV


Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kapusdatinkom Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Berton Panjaitan, memastikan, anggaran Dana Siap Pakai di BNPB sudah sesuai kebutuhan dan kondisi lapangan. Menurutnya, anggaran sudah mencukupi hingga akhir tahun.

Ia juga memastikan penanggulangan bencana tidak hanya dari Dana Siap Pakai di BNPB saja. Menurutnya, masih ada berbagai sumber dana yang bisa digunakan baik dari anggaran kementerian maupun anggaran pemerintah daerah.

"Pemerintah sudah menyampaikan bahwa apabila kebutuhan penanganan bencana meningkat dukungan anggaran pasti akan disesuaikan dengan kebutuhan riil di lapangan," katanya.

Berton menambahkan, penanggulangan bencana juga tidak melalui terkait keuangan. Sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia juga siap menangani bencana.

"Jadi kalau dibilang siap itu kita harus siap optimis tentu untuk menyatakan siap baik itu secara sumber daya maupun sumber keuangan atau apapun lainnya yang kita miliki saat ini," ucapnya.

(Muhamad Marup)