Gunung Meletus Harusnya Jadi Fenomena Wajar di Indonesia

Pakar vulkanologi dan bencana geologi, Surono, dalam program Kontroversi edisi Indonesia Terkepung Bencana. Dok. Metro TV

Gunung Meletus Harusnya Jadi Fenomena Wajar di Indonesia

Muhamad Marup • 10 September 2026 22:40

Jakarta: Pakar vulkanologi dan bencana geologi, Surono, menilai, gunung meletus seharusnya menjadi fenomena biasa di Indonesia. Pasalanya, Indonesia memiliki jumlah gunung api yang lebih banyak dibanding negara-negara lain.

"Kenapa Indonesia memiliki gunung api terbanyak di dunia. Gunung apinya meletus terkaget-kaget. Saya kaget sendiri," ujar Surono, dalam program Kontroversi Metro TV, Kamis, 10 September 2026.

Ia menjelaskan sudah kodrat gunung api untuk meletus atau erupsi. Menurutnya, Indonesia harusnya bisa jadi contoh negara lain terkait cara menghadapi gunung api ketika meletus.

"Harusnya kita tidak terkaget-kaget (ketiga gunung api meletus) dan mengajari dunia lain yang gunungnya cuma satu dua," jelasnya.


Program Kontroversi edisi Indonesia Terkepung Bencana. Dok. Metro TV


Surono menerangkan, gunung api meletus bertujuan agar gunung tersebut semakin tinggi. Material-material yang keluar dari dalam gunung berfungsi untuk menambah tinggi gunung tersebut.

Ia mencontohkan, letusan strombolian yang terjadi ketika gunung anak krakatau meletus. Meski secara visual mengkhawatirkan, tapi material-material hanya jatuh di gunung api itu saja.

"Dia hanya jatuh di puncak dan di tubuhnya. Memang anak krakatau itu kodrat alamiahnya itu harus sering meletus," katanya.

Surono menilai, kepanikan masyarakat terkait letusan gunung api disebabkan oleh media sosial (medsos). Informasi-informasi yang belum jelas dapat membuat masyarakat menduga hal buruk bakal terjadi.

"Medsos ini luar biasa. Untuk memberikan informasi gitu kan. Ada fotonya, ada beritanya dan sebagainya. Zaman dulu itu ngurusin letusan gunung api sekaligus lima hal yang biasa saja," ucapnya.

(Muhamad Marup)