Umat Islam Keturunan Tionghoa di Jepara Rayakan Imlek Lewat Tradisi Angpau

Umat islam keturunan Tionghoa saat berbagi angpao. Metrotvnews.com/ Rhobi Shani

Umat Islam Keturunan Tionghoa di Jepara Rayakan Imlek Lewat Tradisi Angpau

Rhobi Shani • 18 February 2026 11:30

Jepara: Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili/2026 Masehi menjadi momen bagi umat Islam keturunan Tionghoa untuk berbagi kebahagiaan. Mereka tetap menjaga tradisi memberi angpau, yang dianggap penuh makna kebaikan

Salah satu umat muslim keturunan Tionghoa, Maria Leoni, berupaya merawat nilai-nilai tradisi Tionghoa yang dianggapnya sarat makna kebaikan. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa Imlek bukan hanya perayaan untuk etnis atau agama tertentu, melainkan juga menjadi ruang untuk berbagi dan mempererat tali silaturahmi
 


"Silaturahmi, saling mengenal, saling komunikasi antar umat Islam-Tionghoa di Jepara. Karena chines muslim Jepara kebanyakan pendatang," kata Leoni di Jepara, Rabu, 18 Februari 2026.

Meski telah menjadi mualaf, tradisi membagikan angpau menurut Leoni bukan sekadar simbol perayaan tahun baru. Tradisi ini merupakan wujud rasa syukur dan sedekah.

"Saya mempercayai bahwa semakin banyak memberi, semakin mudah urusan kita karena akan ada rejeki yang tidak disangka," ujar Leoni.


Ilustrasi. Foto: Freepik.


Leoni juga mengungkap bahwa momentum Imlek dijadikan sebagai jembatan untuk menebar kebaikan sekaligus memperkuat harmoni. Tradisi bagi-bagi angpau ini juga dirayakan sebagai ikhtiar berbagi menjelang Ramadan 1447 H.

Tahun ini, umat Islam keturunan Tionghoa turut membagikan angpau kepada sesama di Masjid Walisongo Pecangaan, Kecamatan Pecangaan, Selasa, 17 Februari 2026. Dalam rangka menyambut bulan Ramadan, mereka juga menggelar kajian Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI) Jawa Tengah, yang disampaikan oleh Ustadz Mahdi atau Kwee Giok Yong. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)