Asap dari serangan Israel di Lebanon. (Anadolu Agency)
Serangan Israel Tewaskan 5 Orang di Lebanon, Satu Hari usai Gencatan Senjata
Willy Haryono • 20 June 2026 14:12
Beirut: Israel melancarkan gelombang serangan baru ke wilayah Lebanon selatan pada Sabtu pagi, 20 Juni 2026, meski Israel dan kelompok Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata yang diumumkan sehari sebelumnya.
Media pemerintah Lebanon melaporkan sedikitnya lima orang tewas dalam serangan tersebut.
Menurut laporan kantor berita National News Agency, pesawat tempur Israel menyerang wilayah Nabatieh al-Fawqa sesaat setelah tengah malam.
Beberapa jam kemudian, serangan udara kembali menghantam Kota Arabsalim dan dilaporkan menewaskan tiga orang.
Selain itu, serangan pesawat nirawak atau drone di Kota Deir al-Zahrani dan Doueir menyebabkan dua orang lainnya meninggal dunia.
Serangan tersebut terjadi kurang dari satu hari setelah pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa Israel dan Hizbullah yang didukung Iran telah menyepakati gencatan senjata baru untuk meredakan konflik di Lebanon.
Sebelumnya, kedua pihak terlibat dalam serangkaian baku serang sejak Kamis malam hingga Jumat, yang dinilai berpotensi mengganggu upaya diplomatik yang lebih luas di kawasan, termasuk kesepahaman sementara antara Amerika Serikat dan Iran.
Pada Jumat, Menteri Keamanan Nasional Israel, Itamar Ben-Gvir, mengeluarkan pernyataan keras setelah militer Israel melaporkan empat tentaranya tewas di Lebanon selatan.
“Untuk setiap air mata ibu di Israel, seribu ibu di Lebanon harus menangis,” tulis Ben-Gvir melalui media sosial.
Ia juga menyatakan bahwa “seluruh Lebanon harus terbakar,” dalam komentar yang memicu perhatian luas di tengah upaya meredakan konflik.
Militer Israel sebelumnya mengatakan telah melancarkan serangan ke sejumlah lokasi di Lebanon selatan pada Kamis malam dengan sasaran yang disebut sebagai anggota dan infrastruktur Hizbullah.
Hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak Israel mengenai serangan terbaru yang terjadi pada Sabtu pagi maupun terkait laporan korban jiwa yang disampaikan otoritas Lebanon.
Perkembangan tersebut menimbulkan kekhawatiran mengenai keberlangsungan gencatan senjata yang baru dicapai dan dampaknya terhadap upaya stabilisasi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.
Baca juga: Israel dan Hizbullah Sepakati Gencatan Senjata di Lebanon