Selandia Baru Kecam Ekspansi Permukiman Israel di Tepi Barat

Selandia Baru mengecam ekspansi permukiman dan kekerasan pemukim Israel di Tepi Barat. (Anadolu Agency)

Selandia Baru Kecam Ekspansi Permukiman Israel di Tepi Barat

Willy Haryono • 9 September 2026 19:03

Wellington: Selandia Baru menyatakan keprihatinan mendalam atas memburuknya situasi di Tepi Barat, memperingatkan bahwa meningkatnya tindakan Israel mengancam prospek tercapainya perdamaian yang langgeng.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters mengatakan melalui media sosial X  bahwa permukiman Israel di wilayah Palestina yang diduduki melanggar hukum internasional, dan ekspansinya semakin menghambat prospek terwujudnya solusi dua negara.

Ia juga mengecam keras kekerasan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina dan menyerukan agar pihak yang bertanggung jawab dimintai pertanggungjawaban.

“Selandia Baru bergabung dengan mitra internasional dalam menyerukan kepada Pemerintah Israel untuk menghentikan perluasan permukiman, mencegah dan menangani kekerasan oleh pemukim, serta menghindari tindakan yang semakin menghambat prospek perdamaian,” kata Peters, seperti dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 9 September 2026.

Peters juga mengatakan bahwa Wellington dengan tegas menentang tindakan yang mendorong aneksasi atau mengancam pemindahan paksa warga Palestina. Menurutnya, langkah-langkah tersebut bertentangan dengan hukum internasional.

Ia kembali menegaskan dukungan Selandia Baru terhadap solusi dua negara, yang disebutnya sebagai “harapan terbaik” bagi warga Israel dan Palestina untuk hidup dalam damai dan keamanan.

Sebelumnya pada Selasa, Inggris, Prancis, Kanada, Denmark, Finlandia, Islandia, Irlandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, dan Swedia mengumumkan langkah-langkah untuk membatasi perdagangan dengan permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina yang diduduki. (Razaqa Hariz)

Baca juga: Israel Tambah Hampir 20 Hektare Lahan Palestina ke 'Tanah Negara' di Tepi Barat

(Willy Haryono)