Wakil Ketua komisi III DPR Ahmad Sahroni. Foto- Metrotvnews.com
Usut Penyebab Kecelakaan KM Virgo, Sahroni Dorong Penegakan Hukum jika Ada Kelalaian
Anggi Tondi Martaon • 14 September 2026 13:22
Jakarta: Polri dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) diminta mengusut penyebab kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa dalam perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu, 13 September 2026. Pengusutan ini penting untuk mengetahui pasti penyebab kecelakaan tersebut akibat faktor cuaca atau kesalahan teknis.
"Polisi dan KNKT harus telusuri secara menyeluruh, apakah ini murni karena faktor cuaca atau ada persoalan teknis maupun kelalaian yang ikut menyebabkan tragedi ini. Kalau nantinya ditemukan indikasi kelalaian, tentu harus ada pihak yang bertanggung jawab dan diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni melalui keterangan tertulis, Senin, 14 September 2026.
Bendahara Umum (Bendum) DPP Partai NasDem itu menjelaskan hasil investigasi harus menjadi acuan pelayanan transportasi laut. Sehingga, kejadian serupa tidak terulang pada masa mendatang.
"Yang paling penting, hasil investigasinya harus menjadi evaluasi agar tragedi seperti ini tidak terulang lagi,” tegas Sahroni.
%20Baharkam%20Polri%20bersiap%20membantu%20penanganan%20pencarian%20KM%20Virgo%20Transport%208%20yang%20mengalami%20kecelakaan%20di%20Laut%20Jawa%2C%20Minggu%20(13_9_2026)_%20ANTARA_HO-Divisi%20Humas%20Polri(1).jpg)
Personel Korps Kepolisian Air dan Udara (Korpolairud) Baharkam Polri bersiap membantu penanganan pencarian KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa, Minggu (13/9/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri
Sahroni juga menyampaikan belasungkawa mendalam kepada para korban. Dia mendukung penuh langkah Polri dalam proses pencarian, identifikasi, hingga pendampingan bagi korban dan keluarga.
“Saya menyampaikan belasungkawa yang sangat mendalam atas tragedi KM Virgo Transport 8 ini. Selanjutnya, Komisi III mendukung penuh Polri untuk mengerahkan upaya maksimal dalam pencarian dan identifikasi korban, termasuk memastikan keluarga korban mendapat pendampingan yang diperlukan," ujar Sahroni.
Sahroni juga meminta pendampingan penuh diberikan kepada korban yang selamat. Hal itu harus menjadi prioritas, selain proses pencarian korban yang hilang.
"Bagi korban yang selamat, proses pemulihan kesehatan dan pendampingannya juga harus menjadi perhatian prioritas,” ujar Sahroni.