PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjajal penggunaan biodiesel B50. Foto: Dok. Istimewa.
KAI Mulai Uji Coba Biodiesel B50 untuk Operasional Kereta Api
Kautsar Widya Prabowo • 14 June 2026 18:18
Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjajal penggunaan biodiesel B50 secara bertahap pada operasional kereta api. Langkah ini merupakan bagian dari dukungan KAI terhadap kebijakan pemerintah dalam memperluas pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT).
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan perusahaan terus memperkuat peran kereta api melalui roadmap penggunaan biodiesel, mulai dari B0 hingga B50. Menurut dia, setiap tahapan dilakukan dengan tetap mengutamakan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, serta upaya penurunan emisi.
"KAI memperkuat peran kereta api melalui roadmap biodiesel dari B0 menuju B50, dengan memastikan setiap tahapan berjalan selaras dengan keselamatan, keandalan layanan, efisiensi energi, dan penurunan emisi," ujar Bobby dalam keterangan tertulis, Minggu, 14 Juni 2026.
Bobby menilai kereta api memiliki posisi strategis karena tidak hanya melayani mobilitas masyarakat, tetapi juga mendukung distribusi barang. Karena itu, setiap langkah efisiensi energi yang dilakukan KAI diyakini akan berdampak langsung terhadap keberlangsungan layanan publik.
"Transisi energi di KAI harus menghasilkan manfaat yang dapat dihitung mulai dari layanan tetap andal, penggunaan energi semakin efisien, dan kontribusi terhadap keberlanjutan semakin jelas," kata Bobby.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mulai menjajal penggunaan biodiesel B50. Foto: Dok. Istimewa.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan transisi penggunaan biodiesel dilakukan secara bertahap melalui koordinasi teknis dengan pemerintah dan berbagai lembaga terkait. Setiap tahap implementasi, kata dia, harus melalui pengujian dan evaluasi yang ketat agar sesuai dengan karakteristik operasional kereta api.
"Kami memastikan setiap tahapan penggunaan biodiesel berjalan melalui pengujian teknis dan evaluasi agar layanan kepada pelanggan serta sektor logistik tetap aman dan andal," ujar Anne.
Transformasi bahan bakar di lingkungan KAI dilakukan sejalan dengan kebijakan mandatori biodiesel pemerintah. Penggunaan biodiesel pada operasional KAI tercatat meningkat secara bertahap, dari B0 pada 2017, B20 pada 2018-2019, B30 pada 2020-2022, B35 pada 2023-2024, B40 pada 2025-2026, hingga kini mulai berlanjut menuju implementasi B50 pada 2026.