Pemkot Jaksel Siapkan 2 Lokasi Alternatif Pembangunan Terminal AKAP

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo dalam peninjauan di fasilitas parkir bagi penumpang pembawa kendaraan dekat halte atau stasiun (park and ride) Lebak Bulus, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Pemkot Jaksel Siapkan 2 Lokasi Alternatif Pembangunan Terminal AKAP

Anggi Tondi Martaon • 9 June 2026 23:46

Jakarta: Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Selatan menyiapkan pembangunan terminal khusus angkutan antarkota antar provinsi (AKAP) resmi. Pembangunan bakal dilakukan di dua lokasi alternatif. 

“Terminal tentu di sini akan dilakukan pengembangan. Ada dua lokasi alternatif,” kata Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, dikutip dari Antara, Selasa, 9 Juni 2026.

Syafrin mengatakan dua lokasi alternatif yang disiapkan yaitu kawasan fasilitas parkir bagi penumpang dan pembawa kendaraan dekat halte atau stasiun (park and ride) Lebak Bulus. Kemudian, lahan milik Dinas Bina Marga DKI Jakarta di kawasan Pasar Jumat.

Menurut dia, pengembangan terminal menjadi bagian dari penataan kawasan Lebak Bulus yang saat ini berperan sebagai stasiun awal MRT Jakarta. Wilayah tersebut juga dinilai sebagai simpul transportasi strategis di ibu kota.

Menurut Syafrin, salah satu opsi yang tengah dikaji yaitu pembangunan fasilitas lay-bay di park and ride yang sudah ada. Lay bay merupakan tempat berhenti sementara bagi kendaraan yang akan menurunkan penumpang. Fasilitas tersebut nantinya akan digunakan sebagai tempat singgah bus antarkota.

Selain itu, Pemkot Jakarta Selatan mempertimbangkan pengembangan terminal di kawasan Pasar Jumat. Lokasi tersebut direncanakan menjadi terminal khusus AKAP yang melayani perjalanan menuju berbagai daerah di Jawa maupun Sumatra.

“Atau juga kita akan kembangkan di lokasi existing terminal sementara Pasar Jumat. Jadi, di sana bisa dibangun terminal khusus untuk AKAP,” ungkap Syafrin.

Ilustrasi terminal bus. Foto: MI/Ramdani.

Menurut Syafrin, kehadiran terminal tersebut akan menjadi lokasi pemberangkatan alternatif bagi warga Jakarta Selatan yang hendak bepergian ke luar daerah. “Sehingga, bagi warga di kawasan selatan Jakarta yang menuju ke luar Jakarta, baik ke arah timur Pulau Jawa maupun ke barat ke Sumatera, seluruhnya bisa terfasilitasi dengan baik,” sebut Syafrin.

Ia menegaskan pengembangan kawasan Lebak Bulus harus dilakukan secara terintegrasi. Tidak hanya dari sisi transportasi, pengembangan juga ada keterhubungan integrasi dengan kawasan sekitar.

Integrasi tersebut bertujuan menciptakan mobilitas masyarakat yang lebih lancar dan nyaman, baik bagi warga yang tinggal di kawasan tersebut maupun yang beraktivitas di sana.

(Anggi Tondi)