Serangan Israel Hancurkan Rumah Sakit Ghandour di Lebanon, 17 RS Lain Rusak

Serangan Israel merusak sejumlah rumah sakit di Lebanon. (Anadolu Agency)

Serangan Israel Hancurkan Rumah Sakit Ghandour di Lebanon, 17 RS Lain Rusak

Willy Haryono • 7 September 2026 06:13

Beirut: Serangan udara Israel menghancurkan total Rumah Sakit Ghandour di Nabatieh al-Fawqa, Lebanon selatan, pada Minggu, 6 September 2026, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Lebanon.

Dikutip dari Anadolu Agency, pihak kementerian mengatakan serangan terhadap fasilitas kesehatan semakin memperparah kerugian yang dialami sektor kesehatan Lebanon di tengah berlanjutnya serangan Israel.

Kemenkes Lebanon juga menyebut penghancuran rumah sakit tersebut sebagai "pelanggaran lain terhadap perlindungan yang diberikan kepada fasilitas medis berdasarkan hukum humaniter internasional."

Rumah Sakit Ghandour telah berhenti beroperasi sekitar dua bulan lalu akibat meningkatnya serangan Israel terhadap Nabatieh dan wilayah sekitarnya.

Menurut kementerian, rumah sakit tersebut sebelumnya memainkan peran penting dalam sejumlah eskalasi konflik. Selain memberikan layanan kesehatan kepada warga, fasilitas itu juga pernah digunakan dalam waktu cukup lama sebagai tempat perlindungan bagi warga yang mengungsi.

Sejauh ini, otoritas Lebanon mencatat 17 rumah sakit di seantero negeri telah rusak akibat serangan Israel sejak 2 Maret. Tiga rumah sakit di Lebanon selatan juga dilaporkan telah berhenti beroperasi.

Penghancuran Rumah Sakit Ghandour terjadi beberapa jam setelah serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan menewaskan empat orang dan melukai 20 lainnya, berdasarkan data awal Kementerian Kesehatan Lebanon.

Gempuran tersebut melanda sejumlah wilayah di Distrik Nabatieh, termasuk Nabatieh al-Fawqa, kawasan Al-Rahibat di Kota Nabatieh, Arab Salim, dan Kfar Remman.

Serangan Israel di Lebanon selatan meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah militer Israel mengklaim berhasil mencegat sebuah drone yang disebut diluncurkan Hezbollah ke arah pasukannya yang beroperasi di wilayah yang oleh Tel Aviv disebut sebagai "zona keamanan" di Lebanon selatan.

Rentetan serangan berlangsung meski telah ada kerangka kesepakatan yang disponsori Amerika Serikat dan ditandatangani pada 26 Juni. Kesepakatan itu mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari wilayah Lebanon dengan imbalan pengerahan pasukan Angkatan Darat Lebanon.

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan 4.358 orang dan melukai 12.359 lainnya. Lebih dari 1 juta orang juga dilaporkan mengungsi.

Israel hingga kini masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk wilayah yang telah dikuasainya selama beberapa dekade serta wilayah lain yang diduduki selama konflik 2023-2024.

Baca juga: Israel Pertimbangkan Zona Keamanan Baru hingga 4 Km di Lebanon Selatan

(Willy Haryono)