AS Sebut Rusia dan Ukraina Ambil 'Langkah Besar' dalam Perundingan Damai

Bendera Rusia dan Ukraina. (Anadolu Agency)

AS Sebut Rusia dan Ukraina Ambil 'Langkah Besar' dalam Perundingan Damai

Willy Haryono • 25 January 2026 15:27

Washington: Amerika Serikat mengatakan Rusia dan Ukraina telah mengambil “langkah besar” setelah kedua negara sepakat untuk menggelar putaran kedua perundingan damai langsung yang dimediasi AS pada akhir pekan depan, usai pertemuan dua hari di Abu Dhabi, meski Ukraina mengeluhkan bahwa negosiasi tersebut dirusak oleh rentetan serangan mematikan.

Perundingan trilateral di Uni Emirat Arab akan dilanjutkan pada 1 Februari, kata seorang pejabat AS.

“Saya pikir mempertemukan semua pihak adalah langkah besar. Ini menegaskan bahwa, pertama, banyak kemajuan telah dicapai sejauh ini dalam merumuskan detail yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan," lanjutnya, dikutip dari Hurriyet Daily, Minggu, 25 Januari 2026.

Negosiator Rusia dan Ukraina terakhir kali diketahui bertemu langsung di Istanbul pada musim panas lalu, dalam pembicaraan yang hanya menghasilkan kesepakatan pertukaran tawanan perang.

Pertemuan pekan ini menjadi kali pertama kedua pihak kembali duduk berhadapan untuk membahas rencana yang didorong Presiden AS Donald Trump guna mengakhiri perang yang hampir berlangsung empat tahun.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan “banyak hal dibahas, dan penting bahwa pembicaraan berlangsung secara konstruktif”.

Namun, pada malam menjelang hari kedua perundingan, serangan drone dan rudal Rusia memutus aliran listrik bagi jutaan orang dalam suhu di bawah nol derajat. Kiev menuduh Moskow merusak proses negosiasi dengan melancarkan kembali “malam teror Rusia”.

Jurnalis AFP menyaksikan warga berlarian mencari perlindungan ketika ledakan menerangi langit malam di ibu kota Kiev. Setelah malam tanpa tidur, warga Kiev mengaku pesimistis akan adanya terobosan.

“Mereka hanya akan mengatakan semuanya baik-baik saja, lagi-lagi tidak ada kesepakatan, dan lagi-lagi akan ada roket,” kata Anastasia Tolkachov, yang terpaksa bermalam di area parkir mobil.

'Terulang lagi dan lagi'

Juru bicara pemerintah Uni Emirat Arab mengatakan pertemuan yang melibatkan perwira militer senior dari kedua belah pihak berlangsung dalam suasana “konstruktif dan positif."

Menurutnya, perundingan membahas “elemen-elemen yang masih tersisa dalam kerangka perdamaian yang diusulkan AS, serta langkah-langkah membangun kepercayaan”.

Zelensky menyebut “fokus utama diskusi adalah kemungkinan parameter untuk mengakhiri perang”.

Kedua pihak menyatakan bahwa status wilayah di kawasan Donbas di timur Ukraina menjadi isu utama yang belum terselesaikan dalam upaya mencapai kesepakatan.

Lebih dari satu juta warga di Kiev dan Chernihiv kehilangan listrik dalam suhu di bawah nol akibat serangan Rusia. Sekitar separuh blok apartemen di Kiev juga terputus dari pemanas, menurut otoritas Ukraina.

“Malam ini di Kyiv, semuanya benar-benar terjadi lagi dan lagi,” kata Iryna Berehova (48). “Ledakan-ledakan ini, malam tanpa tidur, kekhawatiran terhadap anak-anak dan keselamatan kami, semua itu sangat melelahkan. Negosiasi yang sedang berlangsung bahkan tidak memberi kami harapan.”

Uni Eropa, yang telah mengirim ratusan generator listrik ke Ukraina, menuduh Moskow “secara sengaja merampas warga sipil dari akses pemanas”.

Zelensky pekan lalu menetapkan status darurat di sektor energi, yang terpukul oleh serangan Rusia tanpa henti terhadap pasokan listrik dan pemanas.

Sementara itu, gubernur wilayah Kherson yang dipasang Moskow, Vladimir Saldo, mengatakan serangan drone Ukraina menewaskan tiga orang di sebuah ambulans yang sedang menuju rumah seorang pasien.

Meski diplomasi untuk mengakhiri konflik terburuk di Eropa sejak Perang Dunia II kembali bergerak, Moskow dan Kiev masih buntu terkait isu wilayah.

Baca juga:  Trump Klaim Semua Pihak Siap Berkompromi Demi Perdamaian Ukraina

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)