Rupiah Ditutup ke Rp17.346/USD

Ilustrasi. Foto: Dok MI

Rupiah Ditutup ke Rp17.346/USD

Eko Nordiansyah • 30 April 2026 16:10

Jakarta: Nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan hari ini mengalami pelamahan. Rupiah masih tertekan sejak pembukaan perdagangan pagi tadi.

Mengutip data Bloomberg, Kamis, 30 April 2026, nilai tukar rupiah terhadap USD ditutup di level Rp17.346 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah 20 poin atau setara 0,12 persen dari posisi Rp17.326 per USD pada penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, data Yahoo Finance justru menunjukkan rupiah berada di zona merah pada posisi Rp17.345 per USD. Rupiah melemah 26 poin atau setara 0,15 persen dari Rp17.319 per USD di penutupan perdagangan hari sebelumnya.

Sedangkan berdasar pada data kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp17.378 per USD. Mata uang Garuda tersebut melemah dari perdagangan sebelumnya di level Rp17.324 per USD.



(Ilustrasi. Foto: MI/Usman Iskandar)

The Fed tahan suku bunga

Bank Sentral Federal Reserve Amerika Serikat (AS) memutuskan untuk kembali mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada level 3,5 persen sampai 3,75 persen karena harga energi yang tinggi menambah tekanan inflasi.
 
"Indikator terkini menunjukkan aktivitas ekonomi telah berkembang dengan kecepatan yang solid. Penambahan lapangan kerja tetap rendah, rata-rata, dan tingkat pengangguran hampir tidak berubah dalam beberapa bulan terakhir. Inflasi meningkat, sebagian mencerminkan kenaikan harga energi global baru-baru ini," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Xinhua, Kamis, 30 April 2026.
 
"Perkembangan di Timur Tengah berkontribusi pada tingkat ketidakpastian yang tinggi mengenai prospek ekonomi. Komite memperhatikan risiko bagi kedua belah pihak terkait mandat ganda yang diembannya," lanjut FOMC dalam pernyataan tersebut.

Penyebab rupiah turun

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede sebelumnya menyatakan, berhenti atau kemandekan negosiasi perdamaian antara AS dengan Iran menekan nilai tukar rupiah.

"Harga minyak terus meningkat sejak sesi Asia Selasa, 28 April 2026, didorong oleh mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran. Akibatnya, kekhawatiran terhadap inflasi global semakin meningkat, sehingga menekan mata uang Asia, termasuk rupiah," ucap dia kepada Antara, dikutip Kamis, 30 April 2026.

Iran disebut menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz pada pekan ini. Namun sebagian besar pihak di Washington skeptis terhadap proposal tersebut karena melibatkan penundaan pembicaraan tentang aktivitas nuklir di Teheran.

Presiden AS Donald Trump sendiri tak senang dengan proposal terbaru Iran yang bertujuan untuk mengakhiri perang. Sumber-sumber Iran mengungkapkan proposal Teheran menghindari pembahasan program nuklir hingga permusuhan berhenti dan sengketa pelayaran di Teluk diselesaikan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)