Ilustrasi pendidikan. Foto: Pexels.com/Ali Ahmad Danesh.
Penjaminan Mutu Kampus Berperspektif Global Dinilai Penting
Fachri Audhia Hafiez • 25 September 2026 18:58
Jakarta: Penjaminan mutu pendidikan tinggi berperspektif global dinilai penting. Selain itu, pentingnya menghubungkan jaringan perguruan tinggi serta memperluas peluang kolaborasi.
"Melalui pengalaman kami, kami belajar satu hal penting, mutu tidak mengenal batas. Perguruan tinggi kita mendidik mahasiswa yang akan bekerja di lingkungan global, dosen kita berkolaborasi lintas negara, dan riset kita menjawab tantangan yang melampaui batas nasional. Karena itu, penjaminan mutu pun harus mengambil perspektif global," tegas Ketua Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) Ina Primiana melalui keterangan tertulis, Jumat, 25 September 2026.
Hal tersebut disampaikannya saat meluncurkan LAMEMBA International Accreditation (LIA). LIA merupakan skema akreditasi internasional pertama LAMEMBA yang ditujukan bagi sekolah atau fakultas di bidang ekonomi, manajemen, bisnis, dan akuntansi.
Ina menambahkan, LIA hadir bukan sekadar untuk membawa nama LAMEMBA ke luar negeri. Namun, membawa pengalaman, nilai, dan komitmen mutu nasional ke dalam komunitas internasional sembari mengadopsi best practices dunia.
"Bagi kampus-kampus yang sudah diakreditasi oleh LAMEMBA International Accreditation, itu pastinya akan terhubung. Jadi mereka sudah saling percaya. Sehingga nanti bisa bersinergi dan berkolaborasi untuk kualitas pendidikan tinggi yang lebih baik," ucap Ina.
.jpeg)
Ketua Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) Ina Primiana. Foto: Dok. Istimewa.
Melalui mengusung tema “Strengthening Higher Education: Quality Assurance and Global Competitiveness”, momentum ini menandai babak baru LAMEMBA dari lembaga akreditasi nasional menjadi kontributor aktif dalam komunitas penjaminan mutu pendidikan tinggi global.
Ketua Dewan Kehormatan LAMEMBA Perry Warjiyo menuturkan bahwa peluncuran LIA merupakan langkah konkret dalam memperkuat kualitas dan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di tengah dinamika global.
Acara ini turut menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto sebagai keynote speaker. Dia menggarisbawahi peran krusial penjaminan mutu bagi daya saing kampus Indonesia di kancah internasional.
Hadir pula Distinguished Professor dari National Chengchi University Taiwan, Angela Yung-Chi Hou. Mantan Vice President INQAAHE dan APQN serta mantan CEO HEEACT tersebut membawakan materi “How Do Quality Assurance Agencies in Asia Measure Higher Education?” yang mengulas riset pendekatan, standar, dan tantangan lembaga penjaminan mutu di Asia.
Secara teknis, LIA dikembangkan dengan tiga pendekatan utama, yakni Mission and Vision-Based Approach, Outcome and Impact-Based Evaluation, serta Process-Based and Continuous Improvement. Ketiganya menjadi landasan menilai konteks institusi, capaian program studi, serta mendorong perbaikan berkesinambungan.