Kota Tua. Foto: Metrotvnews.com/M Alvi
Pemprov DKI Percepat Revitalisasi Kota Tua
Muhammad Alvi Randa • 18 April 2026 22:26
Jakarta: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mempercepat revitalisasi kawasan Kota Tua, sebagai bagian dari persiapan menyambut 500 tahun Jakarta pada 2027. Proyek ini menargetkan Kota Tua menjadi pusat ekspresi seni, budaya, dan pariwisata berkelas internasional.
"Kami mematangkan master plan besar agar kawasan ini terintegrasi. Kami juga mengajak para stakeholder untuk menjaga aset mereka, terutama bangunan bersejarah yang memiliki nilai arsitektur tinggi," ujar Kepala Unit Pengelola Kawasan (UPK) Kota Tua, Denny Aputra, di lokasi, Sabtu, 18 April 2026.
Revitalisasi tidak hanya difokuskan pada aspek estetika. Tetapi, pada peremajaan fisik dan optimalisasi fungsi bangunan cagar budaya.
Pemerintah ingin memastikan kawasan bersejarah ini tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Tanpa, menghilangkan nilai arsitektur dan historisnya.
Denny mengatakan Pemprov DKI menjamin kepastian hukum serta kemudahan perizinan bagi pemilik gedung pribadi. Agar, ikut berpartisipasi dalam revitalisasi.
Saat ini, sebanyak 27 bangunan bersejarah telah masuk tahap inventarisasi guna memastikan penataan berjalan lebih terarah. Kolaborasi dengan pemilik gedung menjadi salah satu tantangan utama, sehingga pemerintah mendorong keterlibatan aktif melalui jaminan regulasi yang jelas.
"konsolidasi aset ini menjadi penting sekali agar tidak terjadi namanya tumpang tindih dan itu PR kita. Total ada 27 gedung termasuk punya Pemprov DKI," kata Denny.
Di sisi lain, peningkatan aksesibilitas menjadi fokus penting melalui integrasi transportasi publik. Proyek MRT yang ditargetkan menjangkau Kota Tua pada 2029 mendatang.

Kota Tua. Foto: Metrotvnews.com/M Alvi
Pemprov DKI Jakarta juga menaruh perhatian pada aspek keamanan dan kenyamanan dengan membangun zona integritas di kawasan tersebut. Pengawasan ketat berbasis teknologi, termasuk penggunaan kamera resolusi tinggi, akan diterapkan untuk memastikan operasional kawasan berjalan transparan dan bebas dari praktik pungutan liar.
Dengan penataan yang aman, nyaman, dan terintegrasi, Deny mengatakan pemerintah optimistis Kota Tua dapat menarik berbagai lapisan masyarakat, termasuk kalangan menengah atas.
Kawasan ini diproyeksikan menjadi ikon kota global yang memadukan warisan sejarah dengan dinamika modern melalui sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.