Kerja bakti penangkapan ikan sapu-sapu di Kali Cideng, depan Plaza Indonesia Kelurahan Gondangdia, Kecamatan Menteng. ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat. Foto: ANTARA/HO-Pemerintah Kota Jakarta Pusat.
Resahkan Warga, Pramono Kumpulkan Wali Kota Atasi Ikan Sapu-Sapu
Aris Setya • 14 April 2026 14:21
Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjadwalkan rapat khusus bersama seluruh wali kota di Jakarta guna membahas penanganan ledakan populasi ikan sapu-sapu. Langkah ini diambil lantaran keberadaan ikan invasif tersebut dinilai telah memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap ekosistem lokal dan ketahanan infrastruktur sungai di ibu kota.
“Dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu enggaklah, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa,” ujar Pramono di Kantor Bina Marga DKI, Jakarta Timur, Selasa, 14 April 2026.
Pramono menjelaskan, ikan yang berasal dari Amerika Selatan ini berkembang biak sangat pesat. Sehingga, sulit dikendalikan.
Keberadaannya mengancam kelestarian ikan lokal, seperti wader, karena ikan sapu-sapu mendominasi sumber makanan di perairan Jakarta. Tidak hanya itu, perilaku ikan ini juga merusak struktur fisik tanggul sungai.
“Makanannya diambil semua dan mereka merusak tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana,” sebut Pramono.
.jpg)
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Foto: Metro TV/Aris Setya.
Ikan sapu-sapu diketahui kerap membuat lubang di dinding tanggul sebagai tempat tinggal, yang jika dibiarkan dapat memicu kerusakan struktur bangunan. Oleh karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menangani persoalan ini secara serius dan sistematis di lima wilayah kota administrasi.
Sebagai referensi penanganan, Pramono mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kota Jakarta Pusat yang telah melakukan penangkapan massal ikan sapu-sapu di kawasan sekitar Grand Hyatt dan Plaza Indonesia pada Jumat, 10 April 2026.
Aksi tersebut diharapkan menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mengendalikan spesies invasif tersebut demi menjaga kelestarian lingkungan dan infrastruktur Jakarta.