Viral Kasus Dugaan Pelecehan di KRL, Ini Cara Menyikapi dan Melaporkannya

Pelecehan seksual di KRL, foto: Instagram @inanisaaaa_

Viral Kasus Dugaan Pelecehan di KRL, Ini Cara Menyikapi dan Melaporkannya

Putri Purnama Sari • 10 March 2026 14:26

Jakarta: Kasus dugaan pelecehan seksual kembali terjadi di dalam rangkaian KRL Commuter Line relasi Bogor–Manggarai pada Senin, 9 Maret 2026 pagi.

Insiden ini sempat direkam oleh korban dan diunggah melalui akun Instagram pribadinya @inanisaaaa_ hingga viral di media sosial. Dalam video tersebut, terlihat jelas wajah pelaku yang diduga melakukan pelecehan. 

Dalam narasinya, korban menjelaskan bahwa dirinya berangkat dari Bogor menuju Stasiun Pasar Minggu dan sempat berupaya merekam tindakan pelaku sebagai bukti.

"Bisa diem enggak tangan lu anj***?" ucap korban dalam video.

"Pak tolong pak pelecehan pak!," lanjut korban.

Korban kemudian menangis karena merasa dilecehkan. Pelaku yang memakai topi disebut telah menggesekkan alat vitalnya ke tubuh korban hingga memegang dan mengelus pinggul korban.

Pihak KAI Commuter menyayangkan tindak kekerasan seksual di dalam gerbong kereta tersebut. Kini, terduga pelaku tengah ditelusuri melalui CCTV oleh tim KAI commuter.

Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan serta keberanian untuk melaporkan tindakan pelecehan yang terjadi di transportasi publik.
 

Cara Menyikapi Pelecehan di KRL

Agar kejadian serupa tidak terus terjadi, penumpang perlu mengetahui langkah yang bisa dilakukan jika mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan di KRL.

1. Tetap Tenang dan Jaga Keselamatan

Jika merasa dilecehkan, usahakan tetap tenang dan menjauh dari pelaku jika memungkinkan. Keselamatan diri menjadi prioritas utama.

2. Tegur atau Suarakan Ketidaknyamanan

Korban dapat menegur pelaku secara langsung atau bersuara agar penumpang lain menyadari kejadian tersebut. Hal ini juga dapat mencegah pelaku mengulangi tindakannya.

3. Minta Bantuan Penumpang Lain

Jika situasi memungkinkan, mintalah bantuan kepada orang di sekitar. Dukungan dari penumpang lain dapat membantu menghentikan tindakan pelaku.

4. Segera Laporkan ke Petugas

Laporkan kejadian kepada petugas KRL atau petugas keamanan di stasiun terdekat. Operator KRL juga mendorong penumpang untuk berani melapor agar kasus dapat ditindaklanjuti secara hukum.
 
5. Kumpulkan Bukti

Jika memungkinkan, catat ciri-ciri pelaku atau dokumentasikan kejadian sebagai bukti yang dapat membantu proses pelaporan.

6. Gunakan Gerbong Khusus Wanita

Untuk meningkatkan keamanan, KRL menyediakan gerbong khusus wanita yang ditujukan untuk mengurangi risiko pelecehan di transportasi publik.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Muhamad Marup)