Petugas melakukan proses evakuasi truk bermuatan alat berat yang menabrak jembatan penyeberangan orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Jakarta. Foto: ANTARA FOTO/Fauzan/nym.
Dinas Bina Marga Belum Pastikan Pembangunan Kembali JPO Tendean
Fachri Audhia Hafiez • 14 July 2026 17:21
Jakarta: Dinas Bina Marga DKI Jakarta belum dapat memastikan kapan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Kapten Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, akan dibangun kembali. JPO tersebut roboh ditabrak truk pengangkut alat berat.
“Karena proses tersebut memerlukan kajian lebih lanjut, hingga saat ini belum dapat dipastikan waktu pelaksanaan pembangunan kembali JPO tersebut,” kata Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinarwenny, di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 14 Juli 2026.
Wenny menjelaskan, prioritas utama Dinas Bina Marga DKI Jakarta saat ini adalah mempercepat proses evakuasi dan pembongkaran sisa material JPO yang melintang di jalan. Langkah ini demi memulihkan arus lalu lintas.
Terkait pertanggungjawaban atas kerusakan fasilitas publik tersebut, Wenny mengungkapkan bahwa belum ada kesepakatan tertulis maupun mekanisme ganti rugi konkret dari perusahaan pemilik truk. Sopir kendaraan yang memicu kecelakaan ini dipastikan telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Personel Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan mengerahkan crane tadano untuk membongkar jembatan penyeberangan orang (JPO) Tendean, Jakarta. Foto: Antara.
Dinas Bina Marga DKI Jakarta memproyeksikan total kerugian material akibat insiden ini menembus angka miliaran rupiah. Di luar kerugian materi, dampak sosial yang dirasakan masyarakat juga sangat tinggi, karena akses mobilitas pejalan kaki terputus total dan kemacetan panjang sempat mengular di ruas jalan tersebut.
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengimbau kepada seluruh operator armada logistik dan pengemudi kendaraan berdimensi besar untuk lebih disiplin. Sekaligus, mematuhi aturan batas tinggi muatan.
“Kepatuhan terhadap ketentuan tersebut diharapkan dapat mencegah terulangnya kejadian serupa di kemudian hari,” kata Wenny.