Israel memajukan rencana pembangunan sekitar 650 unit permukiman baru di selatan Yerusalem. (Anadolu Agency)
Israel Majukan Rencana Pembangunan Permukiman Ilegal 650 Unit di Yerusalem
Muhammad Reyhansyah • 11 August 2026 16:31
Tel Aviv: Israel memajukan rencana pembangunan permukiman baru sekitar 650 unit rumah di selatan Yerusalem, menurut Kegubernuran Yerusalem Palestina pada Senin, 10 Agustus 2026.
Dalam pernyataannya, Kegubernuran Yerusalem mengatakan Komite Perencanaan dan Pembangunan Distrik Israel telah memasukkan rencana permukiman "Nofei Rachel" ke dalam proses perencanaan.
Proyek tersebut mencakup area sekitar 27 dunam atau 6,7 hektare di dekat rumah-rumah warga Palestina.
“Proyek tersebut akan berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari warga Palestina di wilayah tersebut,” demikian isi pernyataan tersebut, dikutip dari TRT World.
Menurutnya, rencana itu merupakan bagian dari kebijakan permukiman Israel untuk membatasi keberadaan dan ekspansi perkotaan Palestina sekaligus memperluas permukiman Israel.
Di hari yang sama, kelompok hak asasi Israel Ir Amim mengatakan tiga proyek permukiman besar lainnya di Yerusalem Timur juga telah dimajukan dalam beberapa pekan terakhir. Ketiga proyek tersebut mencakup lebih dari 3.400 unit rumah.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sebagian besar negara di dunia menganggap permukiman Israel yang dibangun di wilayah Palestina yang diduduki ilegal berdasarkan hukum internasional dan menilai ekspansinya mengancam prospek solusi dua negara.
Menurut kelompok Peace Now, sekitar 500.000 warga Israel tinggal di permukiman di Tepi Barat, sementara sekitar 250.000 lainnya berada di permukiman di Yerusalem Timur.
Baca juga: PBB Sebut Operasi Militer Israel di Gaza Terus Bahayakan Warga Sipil