Warga Cilandak Timur Beli Air Isi Ulang Imbas Air Sumur Menyusut

Warga Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, menampung air bersih menghadapi kemarau. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Warga Cilandak Timur Beli Air Isi Ulang Imbas Air Sumur Menyusut

Metro TV • 17 September 2026 20:03

Jakarta: Musim kemarau berimbas pada turunnya debit air pada sumur warga di Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Menghadapi kondisi itu, salah satu warga terpaksa membeli air galon demi bisa memasak.

“Aku kalau buat masak, aku beli (air galon) isi ulang. Buat mandi pakai itu (air sumur), buat mencuci-cuci pakai itulah aku,” kata Ariani, warga setempat yang ditemui Metrotvnews.com, Kamis, 17 September 2026.
 


Ariani harus merogoh kocek lebih demi membeli air galon isi ulang. Dalam empat hari, keluarganya yang berjumlah lima orang menghabiskan dua galon dengan harga Rp15.000. Kondisi ini telah berlangsung selama dua bulan terakhir.

Air sumur di kediaman Ariani mulai surut setidaknya sejak bulan Juli 2026. Penurunan debit air itu disertai bau tidak sedap. 

“Ya kecil airnya gitu, cuma ada bau, bau gitu. Bau besi apa bau kayak bau selokan gitu,” kata Ariani.

Dia mengungkapkan harus menampung air tiap subuh karena hanya pada saat itu aliran air keluar cukup deras. Sementara di siang hari aliran air minim keluar, bahkan terkadang tidak mengalir sama sekali.

“Subuh yang banyak banget, subuh, gitu. Kalau siang gini nggak (mengalir). Jadi nampungnya subuh buat mandi,” ujar Ariani.


Ariani, warga Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.

Ketua RT setempat, Gatot, mengonfirmasi bahwa pihak wilayah telah mendata rumah warga yang terdampak kekeringan untuk diajukan mendapatkan pasokan air bersih dari PAM Jaya.

“Kemarin baru didata, dari Pak RW-nya minta data per RT, yang kering berapa orang, nanti langsung ke PAM Jaya. (Dari) 145 rumah udah ada 12 orang yang nge-list. Yang benar-benar kering,” kata Gatot.

Meski pendataan telah dirampungkan sejak tiga hari lalu, Gatot mengaku masih menunggu kabar resmi mengenai jadwal penyaluran bantuan air bersih tersebut ke pemukiman warga.

“Belum tahu. Dari PAM (Jaya) belum (ada pemberitahuan),” ucap Ariani.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)