Kompleks Masjid Al-Aqsa terlihat di kejauhan. (Anadolu Agency)
Palestina Peringatkan Upaya Ubah Bab al-Rahma Jadi Lokasi Doa Rutin Yahudi
Muhammad Reyhansyah • 15 September 2026 18:11
Yerusalem: Kegubernuran Yerusalem Timur Palestina memperingatkan adanya upaya Israel untuk membentuk “realitas keagamaan Yahudi baru” di sekitar Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur melalui pelaksanaan ritual dan doa Yahudi secara berulang di Pemakaman Bab al-Rahma.
Dalam sebuah pernyataan, Senin, 14 September 2026, kegubernuran mengatakan ritual yang berlangsung dalam beberapa pekan terakhir tidak lagi sekadar kegiatan musiman yang berkaitan dengan hari raya Yahudi, tetapi mulai diarahkan untuk menjadikan lokasi tersebut sebagai tempat doa rutin bagi Yahudi.
“Ritual yang digelar dalam beberapa pekan terakhir melampaui ritual musiman yang terkait dengan hari raya Yahudi dan membuka jalan untuk mengubah lokasi tersebut menjadi tempat doa Yahudi yang berulang,” kata kegubernuran, dikutip dari TRT World.
Kegubernuran mengatakan telah memantau sejumlah unggahan promosi dari kelompok-kelompok yang disebut “Temple” di media sosial. Kelompok tersebut juga disebut membuat grup WhatsApp bernama “Gates of Mercy, open for us” yang mempromosikan narasi keagamaan Yahudi dan memberikan kesakralan serta arti khusus pada sisi timur tembok Al-Aqsa, terutama Bab al-Rahma.
Menurut kegubernuran, kelompok “Temple” mencakup sejumlah organisasi dan gerakan Yahudi nasionalis serta religius yang menargetkan Yerusalem, khususnya Masjid Al-Aqsa, dan menyerukan pembangunan kembali kuil Yahudi di lokasi tersebut.
“Narasi tersebut berupaya menampilkan Bab al-Rahma sebagai situs keagamaan Yahudi yang dapat dimasuki dan digunakan untuk berdoa,” kata kegubernuran.
Menurutnya, promosi tersebut telah berkembang menjadi tindakan praktis melalui seruan untuk menggelar doa mingguan di lokasi itu, yang dikaitkan dengan Uri Ohayon, mantan perwira militer Israel.
Kegubernuran Tegaskan Status Al-Aqsa
Kegubernuran mengatakan kegiatan tersebut mencakup doa dan ritual kelompok di dekat makam-makam Muslim.“Masjid Al-Aqsa, dengan seluruh areanya seluas 144 hektare, merupakan tempat ibadah yang secara eksklusif diperuntukkan bagi umat Islam,” tegas Kegubernuran Yerusalem Timur.
Kegubernuran menambahkan bahwa status wakaf Al-Aqsa mencakup seluruh halamannya, ruang salat, tembok, gerbang, dan berbagai penanda yang ada di dalam kompleks tersebut.
Bab al-Rahma disebut sebagai salah satu gerbang Masjid Al-Aqsa yang berada di sepanjang tembok timurnya.
Kegubernuran juga mengatakan otoritas Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur maupun situs-situs sucinya dan tidak berhak mengubah identitas, karakter, penggunaan, ataupun penanda kompleks masjid.
Kegubernuran memperingatkan bahwa pembiaran terhadap praktik tersebut hingga menjadi hal yang biasa, atau menganggapnya sekadar ritual keagamaan sementara, dapat mendorong kelompok-kelompok “Temple” memperluas kegiatan mereka dan menjadikan titik-titik baru di sekitar Al-Aqsa sebagai lokasi berkumpul, melakukan ritual, dan berdoa.
“Apa yang terjadi di Bab al-Rahma merupakan jalur yang terorganisasi untuk memaksakan realitas keagamaan Yahudi baru di sekitar Masjid Al-Aqsa, dimulai dengan normalisasi dan pengulangan ritual, kemudian mengubahnya menjadi kehadiran permanen dan praktik rutin,” kata kegubernuran.
Pada Minggu, sebanyak 593 pemukim ilegal Israel dilaporkan memasuki kompleks Masjid Al-Aqsa. Pada saat yang sama, otoritas Israel memberlakukan pembatasan terhadap akses jemaah Palestina ke situs tersebut selama Tahun Baru Yahudi, menurut data sebelumnya dari kegubernuran.
Langkah-langkah Israel itu bertepatan dengan seruan kelompok-kelompok “Temple” untuk meningkatkan aksi masuk ke kompleks Al-Aqsa selama Tahun Baru Yahudi, yang dimulai saat matahari terbenam pada Jumat, 11 September, dan berakhir setelah malam tiba pada Minggu, 13 September.
Baca juga: Hampir 600 Pemukim Israel Masuk Kompleks Al-Aqsa, Akses Warga Palestina Dibatasi