Restoran Halal hingga Ruang Ibadah, Hong Kong Disneyland Makin Ramah Wisatawan Muslim

Restoran halal Wayfinder's Table di kawasan Hong Kong Disneyland. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah

Restoran Halal hingga Ruang Ibadah, Hong Kong Disneyland Makin Ramah Wisatawan Muslim

Whisnu Mardiansyah • 1 July 2026 18:43

Hong Kong: Alunan musik khas Disney mulai terdengar sejak melintasi gerbang utama Hong Kong Disneyland Resort. Di depan, bangunan bergaya klasik Main Street, USA dipenuhi ribuan pengunjung yang datang bersama keluarga.

Hari itu, bukan sekadar menikmati kemeriahan Pixar Summer Fest 2026 yang sedang berlangsung sepanjang musim panas. Di balik parade, pertunjukan, dan wahana bertema Pixar, ada satu hal yang ingin dibuktikan secara langsung. Sejauh mana Hong Kong Disneyland benar-benar memberikan kemudahan bagi wisatawan Muslim.

Pertanyaan tersebut muncul karena dalam beberapa tahun terakhir Hong Kong semakin gencar memperkenalkan diri sebagai destinasi yang ramah bagi wisatawan Muslim. Kampanye itu tidak hanya menyentuh hotel dan restoran di pusat kota, tetapi juga objek wisata utama yang menjadi magnet wisatawan internasional khususnya dari negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia.

 

 

Mencari Restoran Halal di Adventureland

Tim Metrotvnews.com didampingi Hong Kong Tourism Board (HKTB) menuju kawasan Adventureland di Hong Kong Disneyland. Di antara deretan restoran, perhatian tertuju pada Wayfinder's Table. Dari luar, bangunannya tidak berbeda dengan restoran cepat saji lainnya. Namun, di dekat pintu masuk terpampang informasi yang cukup penting bagi wisatawan Muslim, restoran tersebut telah memperoleh sertifikasi halal.

Sejumlah keluarga asal Malaysia, Indonesia, dan Timur Tengah tampak menikmati makan siang tanpa keraguan mengenai pilihan menu yang tersedia. Tidak terlihat pengunjung harus bertanya panjang kepada petugas mengenai bahan makanan yang digunakan. Kepastian status halal membuat mereka dapat langsung menikmati hidangan.

Pilihan menu juga terasa akrab bagi lidah masyarakat Asia Tenggara. Sajian mengambil inspirasi dari berbagai negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, hingga Thailand. Seperti yang penulis pesan menu Roasted Chicken Leg with Gramma’s Signature Rice. Sajian ayam panggang dan nasi sejenis olahan kebuli yang cocok di lidah wisatawan asal Indonesia dan Asia Tenggara pada umumnya.

Di tengah padatnya aktivitas taman hiburan, keberadaan restoran seperti ini meberikan rasa tenang tersendiri. Wisatawan Muslim tidak perlu keluar kawasan Disneyland hanya untuk mencari makanan yang sesuai dengan keyakinan mereka. 


Restoran halal Wayfinder's Table di kawasan Hong Kong Disneyland. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah


Menemukan Quiet Room

Usai beristirahat, tim Metrotvnews.com melanjutkan pencarian menuju kawasan Mystic Point. Tujuan berikutnya adalah Quiet Room, fasilitas yang cukup sering disebut ketika Hong Kong Disneyland memperkenalkan layanan bagi wisatawan Muslim.

Berbeda dengan restoran halal yang mudah ditemukan, lokasi Quiet Room tidak berada di jalur utama pengunjung. Kami sempat beberapa kali melihat peta digital sebelum akhirnya memutuskan bertanya kepada salah seorang petugas Disneyland.

Dengan ramah, petugas tersebut mengantar ke sebuah bangunan yang letaknya sedikit tersembunyi dari keramaian. Begitu pintunya terbuka, suasana berubah seketika.

Riuh musik parade yang sejak pagi memenuhi taman hiburan seolah menghilang. Yang tersisa hanyalah ruangan sederhana dengan pencahayaan agak redup dan suasana yang tenang.

Ruangan itu memang tidak luas, tetapi terasa bersih, nyaman, dan memberikan privasi bagi pengunjung yang ingin beribadah maupun menenangkan diri sejenak. Di dalamnya tersedia fasilitas untuk bersuci sebelum salat sehingga wisatawan tidak perlu mencari tempat lain.


Fasilitas ruang ibadah di kawasan Hong Kong Disneyland. Metrotvnews.com/Whisnu Mardiansyah


Selama beberapa menit berada di sana, menyadari fasilitas seperti ini mungkin tidak terlalu mencolok bagi sebagian pengunjung. Namun, bagi wisatawan Muslim yang sedang bepergian bersama keluarga, keberadaan ruang ibadah menjadi salah satu faktor penting ketika memilih destinasi liburan.

Pengalaman tersebut kemudian dikonfirmasi Brand Ambassador Hong Kong Disneyland 2026–2027, Charlotte Wong. Menurut Charlotte, penyediaan restoran halal dan Quiet Room merupakan bagian dari komitmen Hong Kong Disneyland dalam menyambut tamu dari berbagai latar belakang budaya dan agama."

"Di samping pengalaman yang semarak ini, Hong Kong Disneyland Resort berkomitmen menghadirkan layanan inklusif bagi tamu dari berbagai budaya dan latar belakang, termasuk wisatawan Muslim," ujar Charlotte Wong.

Selain Wayfinder's Table, sejumlah restoran di hotel-hotel Hong Kong Disneyland juga menyediakan pilihan menu halal. Petugas di berbagai area taman hiburan pun siap membantu apabila pengunjung membutuhkan informasi mengenai fasilitas yang berkaitan dengan kebutuhan keagamaan.



Bagi sebagian orang, dua fasilitas tersebut mungkin hanya pelengkap. Namun, bagi wisatawan Muslim, kemudahan memperoleh makanan halal dan tempat beribadah sering kali menentukan rasa nyaman selama berlibur.

Pengalaman itu memberi sudut pandang berbeda terhadap Hong Kong Disneyland. Atraksi, parade, dan pertunjukan tetap menjadi daya tarik utama. Namun, perhatian terhadap kebutuhan pengunjung dari beragam latar belakang membuat pengalaman berwisata terasa lebih lengkap.
 

Upaya Hong Kong Hadirkan Wisata Halal Gaet Wisatawan Muslim

Pengalaman di Hong Kong Disneyland ternyata menjadi bagian dari strategi yang lebih besar. Sejak 2024, Hong Kong Tourism Board (HKTB) bersama pelaku industri pariwisata mengembangkan program destinasi ramah Muslim melalui pemberian akreditasi terhadap hotel, restoran, serta objek wisata.

Selain memperbanyak pilihan tempat makan halal, HKTB juga meluncurkan panduan digital Jelajah Hong Kong Muslim yang memuat informasi mengenai masjid, restoran bersertifikat halal, hingga berbagai layanan penunjang lainnya.

Direktur Regional Asia Tenggara HKTB, Liew Chian Jia, menyampaikan pengembangan fasilitas tersebut terus dilakukan untuk menjawab kebutuhan wisatawan Muslim yang terus meningkat.

"Kami sangat senang melihat berbagai upaya yang telah dilakukan memperoleh pengakuan. Pencapaian ini menjadi dorongan bagi kami untuk terus memperkuat komitmen dalam menyambut wisatawan Muslim," ujar Liew Chian Jia.

(Whisnu M)