Hizbullah menargetkan konsentrasi pasukan Israel, kendaraan militer, dan sejumlah posisi di Lebanon selatan menggunakan drone dan senjata lain. (Anadolu Agency)
Hizbullah Klaim Luncurkan 13 Serangan terhadap Pasukan Israel di Lebanon Selatan
Muhammad Reyhansyah • 9 May 2026 09:30
Beirut: Kelompok Hizbullah mengatakan pihaknya telah melancarkan 13 serangan terhadap pasukan dan lokasi militer Israel sebagai respons atas meningkatnya serangan Israel di Lebanon selatan.
Dalam sejumlah pernyataan terpisah, kelompok tersebut mengatakan para pejuangnya menargetkan konsentrasi pasukan Israel, kendaraan militer, dan sejumlah posisi di Lebanon selatan menggunakan drone, peluru artileri, serta senjata berpemandu.
Mengutip Anadolu, Jumat, 8 Mei 2026, Hizbullah menyebut serangan itu menyasar sebuah buldoser militer Israel di kota Deir Siryan, dua tank Merkava di kota al-Bayyada dan Bint Jbeil, platform Iron Dome di dekat lokasi Jal al-Allam, serta pusat komando di al-Bayyada.
Kelompok itu juga mengatakan pihaknya menargetkan tiga kelompok tentara dan kendaraan Israel di kota Shamaa dan Deir Siryan serta kawasan segitiga Alman al-Qusayr.
Hizbullah menyatakan serangan-serangan tersebut dilakukan "untuk membela Lebanon dan rakyatnya" serta sebagai respons terhadap pelanggaran gencatan senjata dan serangan Israel ke desa-desa di Lebanon selatan.
Ancaman Drone Baru Hizbullah
Dalam beberapa pekan terakhir, drone serat optik yang diluncurkan Hizbullah terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan disebut menjadi tantangan baru bagi Israel karena sulit dideteksi.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu baru-baru ini menggambarkan drone tersebut sebagai "ancaman besar" dan mendesak militernya mengambil langkah untuk menghadapinya.
Meski gencatan senjata diumumkan pada 17 April dan diperpanjang hingga 17 Mei, militer Israel disebut terus melancarkan serangan harian di Lebanon serta penghancuran rumah secara luas di puluhan desa, serupa dengan kehancuran berkepanjangan di Gaza.
Menurut data resmi terbaru, serangan Israel di Lebanon sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 2.727 orang, melukai 8.438 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta warga mengungsi atau sekitar seperlima populasi negara itu.
Israel juga masih menduduki sejumlah wilayah di Lebanon selatan, termasuk area yang telah dikuasainya selama puluhan tahun dan wilayah lain sejak perang 2023-2024, serta bergerak sekitar 10 kilometer masuk ke perbatasan selatan selama konflik berlangsung.
Baca juga: Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Lebanon