Kim Jong-un Tegaskan Dukungan Penuh untuk Perang Suci Rusia di Ukraina

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un berjabat tangan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. (Anadolu Agency)

Kim Jong-un Tegaskan Dukungan Penuh untuk Perang Suci Rusia di Ukraina

Muhammad Reyhansyah • 27 April 2026 13:05

Pyongyang: Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un kembali menegaskan dukungan penuh Pyongyang terhadap invasi Rusia ke Ukraina dan berjanji akan membantu Moskow meraih kemenangan dalam apa yang ia sebut sebagai perang “suci”.

Menurut laporan kantor berita resmi KCNA, Korea Utara akan terus mendukung kebijakan Federasi Rusia dalam mempertahankan kedaulatan nasional, integritas wilayah, dan kepentingan keamanannya.

Kim menyampaikan hal tersebut saat bertemu Menteri Pertahanan Rusia Andrey Belousov pada Minggu, di tengah rangkaian kunjungan pejabat tinggi Rusia ke Korea Utara dalam beberapa hari terakhir.

Dikutip dari Channel News Asia, Senin, 27 April 2026, Kim juga menyatakan keyakinannya bahwa tentara dan rakyat Rusia akan meraih kemenangan dalam “perang suci yang adil.”

Korea Utara sebelumnya telah mengirim rudal, amunisi, serta ribuan tentaranya untuk membantu Rusia dalam perang Ukraina. Sebagai imbalan, para analis menilai Moskow memberikan bantuan finansial, teknologi militer, pangan, dan energi kepada negara yang terisolasi secara diplomatik tersebut.

Kedua pihak juga disebut membahas pendalaman kerja sama militer, dengan Belousov menyatakan Rusia siap menandatangani rencana kerja sama untuk periode 2027 hingga 2031.

Aliansi Militer Kian Simbolik

Kim, Belousov, dan Ketua Parlemen Rusia Vyacheslav Volodin turut menghadiri peresmian kompleks memorial untuk menghormati tentara Korea Utara yang tewas di Ukraina.

Acara tersebut diisi konser, pertunjukan kembang api, serta atraksi lintas udara oleh angkatan udara, menurut KCNA.

Media itu menggambarkan para hadirin tersentuh oleh penampilan yang menampilkan “pertempuran berdarah hidup-mati”, “pertarungan jarak dekat yang mempertaruhkan nyawa”, serta aksi ledakan heroik yang disebut dilakukan para prajurit muda tanpa ragu.

Korea Utara dan Rusia sendiri telah menandatangani perjanjian militer pada 2024 yang mewajibkan kedua negara memberikan bantuan militer tanpa penundaan jika salah satu diserang.

Peresmian memorial tersebut bertepatan dengan apa yang disebut Moskow sebagai peringatan satu tahun keberhasilannya merebut kembali sebagian wilayah Kursk, kawasan Rusia yang sempat menjadi lokasi serangan balasan besar Ukraina sejak pertengahan 2024.

Tentara Korea Utara dikerahkan ke wilayah itu untuk membantu menahan laju pasukan Ukraina. Dalam pertemuannya dengan Belousov, Kim memuji “hasil perang yang gemilang dalam membebaskan Kursk.”

Presiden Rusia Vladimir Putin juga memuji “keberanian luar biasa dan pengabdian tulus” pasukan Korea Utara dalam surat kepada Kim yang dipublikasikan KCNA.

Korea Selatan memperkirakan sekitar 2.000 tentara Korea Utara telah tewas dalam perang Ukraina.

Pasukan Korea Utara juga disebut diperintahkan untuk mengakhiri hidup mereka sendiri ketimbang tertangkap dalam pertempuran, dan hingga kini hanya dua tentara Korea Utara yang dilaporkan berhasil ditangkap hidup-hidup oleh otoritas Ukraina.

Baca juga:  Korea Utara Kembali Dukung Rusia Tanpa Syarat dalam Perang Ukraina

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Willy Haryono)