BI Tegaskan Siap Intervensi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Rupiah. Foto: dok MI/Rommy Pujianto.

BI Tegaskan Siap Intervensi Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Andika Fauzan Azhari • 23 October 2026 17:49

Jakarta: Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea menegaskan pihaknya berkomitmen menjaga mekanisme pasar agar berjalan dengan baik di tengah dinamika ekonomi. Jika terjadi ketidakseimbangan antara supply dan demand valas di pasar, BI memastikan akan terus mengambil langkah-langkah intervensi yang diperlukan.  
 
"Kalau itu tidak bertemu, ada ketidakseimbangan di dalam pergerakan di pasar, Bank Indonesia tetap pada komitmen menjaga mekanisme pasar agar bekerja dengan baik, supply dan demand bisa ketemu, kita komit untuk melakukan intervensi," kata Erwin dalam Taklimat Media di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.
 
Erwin menjelaskan, intervensi tersebut dilakukan secara aktif di pasar spot jika dibutuhkan, serta melalui instrumen DNDF di pasar domestik. Selain itu, BI juga melakukan penyesuaian terhadap pergerakan NDF dengan memerhatikan penutupan pasar di New York dan pergerakan di pasar Asia sebelum pembukaan perdagangan domestik.
 


BI Sebut Kinerja Korporasi dan Konsumsi Topang Kredit

(Gedung Bank Indonesia. Foto: dok MI)

 

Penguatan strategi operasi moneter

 
Komitmen intervensi pasar ini berjalan seiring dengan upaya penguatan transmisi kebijakan dari suku bunga kebijakan Bank Indonesia (BI Rate) melalui pasar uang hingga mencapai sasaran akhir inflasi. BI juga memperkuat strategi di dalam operasi moneter guna memastikan efektivitas kebijakan di sektor keuangan.  
 
"Dalam rangka penguatan transmisi kebijakan dari policy rate, BI rate, melewati transaksi di pasar uang sampai kepada inflasi sebagai sasaran akhir, Bank Indonesia juga melakukan penguatan terkait dengan strategi di dalam operasi moneter," tambah Erwin.
 
Dengan bauran kebijakan yang mencakup pengelolaan demand, dorongan supply valas, hingga intervensi pasar yang terukur, Bank Indonesia terus berupaya menjaga keseimbangan makroekonomi dan kestabilan nilai tukar rupiah secara optimal.

(Husen Miftahudin)