Gubernur Sumatra Selatan, Herman Deru. ANTARA/Ahmad Rafli Baiduri
Pemprov Sumsel Uji Coba Penyemaian Dry Ice untuk Atasi Kabut Asap
Whisnu Mardiansyah • 13 October 2026 20:57
Palembang: Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) menjadwalkan uji coba penyemaian dry ice atau es kering berbahan karbon dioksida pada Rabu, 14 Oktober 2026. Teknologi tersebut menjadi salah satu upaya yang akan diuji untuk membantu menangani kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Gubernur Sumsel Herman Deru mengatakan provinsinya menjadi salah satu wilayah prioritas dalam uji coba teknologi tersebut. Palembang mendapat perhatian khusus karena terdampak kabut asap, sedangkan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi salah satu sumber asap.
Menurut Herman, pesawat pengangkut dry ice dijadwalkan berangkat dari Bandar Lampung pada Rabu, 14 Oktober 2026 selama tidak ada kendala dalam persiapan maupun pelaksanaannya. Ia meminta penyemaian diprioritaskan di Palembang untuk membantu mengatasi kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iqbal mengatakan pihaknya masih berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengenai teknis pelaksanaan uji coba. Perwakilan BNPB juga dijadwalkan datang ke Palembang untuk membahas rencana tersebut.
Baca Juga :
Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Siswa, Pemkot Palembang Terapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Uji coba direncanakan berlangsung di Palembang dan Kabupaten OKI. Penentuan waktu serta lokasi pelaksanaan akan mempertimbangkan kondisi di lapangan, termasuk jarak pandang.
BPBD Sumsel berharap uji coba ini dapat mendukung penanganan kabut asap di wilayah tersebut. Namun, efektivitas penyemaian dry ice dalam mengatasi kondisi tersebut masih perlu dinilai berdasarkan hasil pengujian di lapangan.
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel Wandayantolis menjelaskan penyemaian dry ice sedang dikaji sebagai salah satu alternatif penanganan kabut asap. Metode ini diarahkan untuk memengaruhi kondisi atmosfer yang dapat menghambat pertumbuhan awan.

Kabut asap. (MI)
Teknologi tersebut ditujukan untuk mengurai lapisan inversi di atmosfer. Lapisan ini terbentuk ketika suhu udara meningkat seiring bertambahnya ketinggian pada lapisan tertentu, sehingga menghambat pergerakan udara secara vertikal.
Kondisi atmosfer tersebut dapat membuat asap terperangkap dan menumpuk di suatu wilayah. Selain itu, lapisan inversi juga dapat menghambat pertumbuhan awan.
"Dengan dry ice, diharapkan dapat menghilangkan penghambat tumbuhnya awan sekaligus agar asap yang terjebak bisa bergerak ke luar mengikuti angin. Secara konsep agak berbeda dengan teknik penyemaian awan," jelas Wanda seperti dilansir Antara.