Ilustrasi kemacetan. Foto: Dok. Antara.
Program Gebrak Pagi Fokus Koordinasi Penanganan Kemacetan Jakarta
Metro TV • 11 October 2026 12:58
Jakarta: Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta meluncurkan program Gerakan Bersama Atasi Kemacetan Pagi (Gebrak Pagi) yang dimulai pada Senin, 12 Oktober 2026. Melalui program ini, jajaran pejabat hingga staf disiagakan langsung di titik-titik rawan kemacetan guna mengidentifikasi pemetaan hambatan serta mempercepat respons penanganan lalu lintas di lapangan.
“Kami ingin memastikan para pejabat turun melihat langsung kondisi lalu lintas, mengidentifikasi hambatan, dan memperkuat koordinasi penanganan sesuai kebutuhan di lapangan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Budi Awaluddin di Jakarta, Minggu, 11 Oktober 2026.
Mengusung semangat “Hadir di Jalan, Hadirkan Kelancaran”, kehadiran para pejabat di lokasi rawan kepadatan bertujuan untuk memantau situasi secara nyata. Langkah ini diharapkan mampu memangkas alur koordinasi sehingga penanganan simpul kemacetan di Ibu Kota dapat dilakukan secara cepat dan tepat sasaran.
Budi menjelaskan, Gebrak Pagi dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin, Selasa, dan Kamis pada pukul 06.30 WIB hingga 08.00 WIB. Sebanyak 1.420 personel dikerahkan secara serentak untuk menyisir titik-titik prioritas kepadatan yang tersebar di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
Pelaksanaan di lapangan melibatkan seluruh jajaran pegawai secara berjenjang, mulai dari Kepala Dinas, Wakil Kepala Dinas, pejabat Eselon III dan IV, staf, hingga Penyedia Jasa Lainnya Perorangan (PJLP).
.jpg)
Ilustrasi kemacetan. Foto: Dok. Metrotvnews.com.
Guna mengoptimalkan efektivitas program ini, Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk turut menjaga kelancaran lalu lintas dengan mematuhi aturan, tidak berhenti atau memarkir kendaraan secara sembarangan, serta mematuhi arahan petugas di lapangan.
Melalui program Gebrak Pagi, Dishub DKI menegaskan komitmennya untuk hadir dan bekerja bersama masyarakat demi mendukung kelancaran mobilitas warga Jakarta.
(Metrotvnews.com/Arini Noviawati Gunawan)