Ketua Penasihat Ahli Kapolri Komjen Pol. (Purn.) Ito Sumardi Djunisanyoto. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Ito Sumardi: Kritik Masyarakat Bisa Perkuat Kewibawaan Polisi
Ade Hapsari Lestarini • 8 October 2026 16:39
Jakarta: Ketua Penasihat Ahli Kapolri Komjen Pol. (Purn.) Ito Sumardi Djunisanyoto menilai kritik masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kewibawaan kepolisian. Menurut dia, polisi perlu terbuka terhadap masukan serta memiliki kesediaan untuk memperbaiki kesalahan.
Ito mengatakan masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan maupun pola pengamanan yang diterapkan kepolisian.
"Pesan utamanya di sini adalah akuntabilitas dan kesediaan mengoreksi kesalahan memperkuat kewibawaan," kata Ito saat menjadi panelis dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Menurut Ito, masyarakat perlu ditempatkan sebagai mitra kepolisian dalam menjaga stabilitas keamanan. Karena itu, kritik tidak semestinya langsung dipandang sebagai gangguan terhadap institusi.
"Di sinilah masuknya dari masyarakat kritik-kritik itu bisa membuat polisi juga menjadi lebih berwibawa," ujar Ito.

Ketua Penasihat Ahli Kapolri Komjen Pol. (Purn.) Ito Sumardi Djunisanyoto. Foto: tangkapan layar YouTube.
Mendengarkan keluhan masyarakat
Ito juga mendorong kepolisian untuk mendengarkan keluhan masyarakat sebelum berkembang menjadi persoalan yang lebih besar. Menurut Ito, komunikasi dan kemitraan dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mencegah konflik.
"Dengarkan keluhan mereka termasuk kritik ya, sebelum berkembang menjadi konflik," tambah Ito.
Selain menerima kritik, Ito menilai kepolisian perlu menyediakan kanal pengaduan yang dapat digunakan masyarakat. Langkah tersebut dinilai dapat memperkuat akuntabilitas sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan pengalaman dan keluhan.
Ia menambahkan, penguatan hubungan antara polisi dan masyarakat juga perlu dilakukan melalui peran Bhabinkamtibmas serta forum kemitraan di tingkat masyarakat. (M. Azri Arifin)