Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi NasDem, Rajiv. Foto: Dok. Istimewa
Ajang Komunitas Pencinta Hewan Dorong Adopsi Anjing dan Kucing Terlantar
Fachri Audhia Hafiez • 28 September 2026 00:23
Jakarta: Ajang Dog Does Disco (DDD) 2026 yang digelar di Central Park, Jakarta, diharapkan dapat memperluas gerakan kepedulian masyarakat terhadap keberadaan hewan peliharaan yang ditinggalkan. Kegiatan bertema komunitas pencinta hewan ini diharapkan memperbesar peluang penyelamatan hewan melalui aksi adopsi secara berkelanjutan.
“Semoga gerakan ini terus mendorong kepedulian dan membuka lebih banyak kesempatan bagi anjing dan kucing terlantar untuk mendapatkan rumah yang layak,” kata anggota Komisi IV DPR Rajiv dalam keterangannya, Minggu, 27 September 2026.
Baca Juga :
Rajiv mengapresiasi konsistensi penyelenggaraan Dog Does Disco yang kini memasuki tahun ke-14. Menurutnya, acara yang berhasil menarik sekitar 12.000 pengunjung dan 600 anjing tersebut tidak sekadar menjadi ajang hiburan, tetapi telah bertransformasi menjadi gerakan sosial yang berdampak nyata.
Pada penyelenggaraan tahun ini, kampanye adopsi ditujukan untuk mendukung tiga tempat penampungan (shelter) hewan, yakni Rumah Harapan Melanie, Pejaten Shelter, dan Sahabat Anabul. Rajiv menilai edukasi adopsi ini krusial untuk membangun kesadaran serta rasa tanggung jawab masyarakat terhadap pemeliharaan hewan.

Ilustrasi kucing, Foto: Dok. Freepik.com.
“Dog Does Disco membuktikan bahwa kecintaan terhadap hewan dapat berkembang menjadi sebuah gerakan komunitas yang positif dan konsisten. Yang juga patut diapresiasi, setiap tahun ajang ini konsisten membawa kampanye untuk mendukung dog adoption,” ujar Legislator dari Fraksi Partai NasDem tersebut.
Selain membawa misi kemanusiaan bagi hewan, Rajiv menambahkan bahwa ajang berbasis komunitas ini juga memberikan nilai tambah ekonomi. Keterlibatan UMKM, desainer, kuliner, hingga produk kreatif lokal dinilai mampu menggerakkan ekosistem ekonomi kreatif.
“Semoga kegiatan seperti ini terus berkembang, semakin melibatkan pelaku lokal, sekaligus menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap hewan, alam, dan lingkungan,” kata Rajiv.