Kekeringan di Cilacap Meluas, Landa 95 Desa

Penyaluran bantuan air bersih yang dilakukan BPBD Kabupaten Cilacap bagi warga terdampak kekeringan di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (19/10/2026). ANTARA/HO-BPBD Cilacap

Kekeringan di Cilacap Meluas, Landa 95 Desa

Lukman Diah Sari • 19 October 2026 12:26

Cilacap: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, mencatat krisis air akibat musim kemarau 2026 terus meluas. Hingga kini, kekeringan telah melanda 95 desa/kelurahan di 20 kecamatan.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap, Taryo, menyebut eskalasi kekeringan tahun ini lebih parah dibandingkan kemarau sebelumnya.

“Jumlah wilayah terdampak kekeringan pada 2026 melampaui catatan musim kemarau 2023 yang juga dipengaruhi fenomena El Nino,” kata Taryo di Cilacap, Senin, 19 Oktober 2026, melansir Antara.

Taryo menjelaskan, angka tersebut masih di bawah peta potensi maksimal kekeringan Cilacap yang mencapai 105 desa. Namun, Pemkab terus mempercepat penyaluran bantuan lantaran BMKG Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung memprakirakan awal musim hujan mundur 20–30 hari, yakni baru akan turun pada pertengahan November hingga awal Desember 2026.

“Total distribusi bantuan air bersih hingga 19 Oktober 2026 telah mencapai 1.829 tangki atau setara 9,239 juta liter untuk memenuhi kebutuhan 31.239 keluarga atau 70.557 jiwa yang terdampak,” urainya.

Sejumlah warga Pati antre untuk mendapatkan air bersih. (Metro TV/ Udin Ali Nani)


Dari total tersebut, 427 tangki bersumber dari APBD Kabupaten Cilacap. Sisanya sebanyak 1.402 tangki merupakan hasil kolaborasi dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dan donasi masyarakat.

“PMI Kabupaten Cilacap menjadi salah satu kontributor terbesar dengan menyalurkan 513 tangki (2,565 juta liter). Sementara itu, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk menyalurkan 97 tangki dan Lazis Muhammadiyah sebanyak 93 tangki,” tambah Taryo.

Khusus pada Senin (19/10), BPBD kembali menyebar 19 tangki air ke sejumlah desa di sembilan kecamatan, yakni Kesugihan, Jeruklegi, Kampunglaut, Nusawungu, Adipala, Sampang, Kroya, Cipari, dan Gandrungmangu.

“Kami mengimbau masyarakat untuk bijak dalam menggunakan air bersih, karena saat sekarang wilayah Cilacap masih dipengaruhi musim kemarau,” pungkasnya.

(Lukman Diah Sari)