Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak. ANTARA/Mansur Suryana
Lebak Siaga Darurat Air Bersih di 20 Kecamatan Akibat Kemarau Panjang
Silvana Febiari • 18 October 2026 09:02
Lebak: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, menetapkan status siaga darurat air bersih akibat musim kemarau panjang. Status tersebut mencakup 20 kecamatan yang tersebar di 75 desa.
"Kita hingga hari ini masih mendistribusikan air bersih ke desa-desa yang mengalami kekeringan," kata Kepala BPBD Kabupaten Lebak Sukanta, dilansir dari Antara, Minggu, 18 Oktober 2026.
Penetapan status siaga darurat air bersih berlangsung sejak Mei hingga pertengahan Oktober 2026 akibat kemarau panjang. Bahkan, sejumlah kecamatan di wilayah selatan Kabupaten Lebak belum mengalami hujan sama sekali.
BPBD Lebak setiap hari mendistribusikan air bersih untuk membantu masyarakat yang membutuhkan untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK).
Hingga saat ini, pihaknya telah mendistribusikan air bersih sebanyak 1.375.000 liter dengan penerima manfaat 110.373 kepala keluarga (KK) tersebar di 75 desa di 20 kecamatan.
"Kami menyiapkan tiga armada kendaraan tangki, juga dibantu oleh relawan Tagana, BPBD Banten," ungkapnya.
Selama ini, pendistribusian air bersih ke lokasi terdampak sesuai permintaan berjalan lancar, dengan masyarakat mengantre secara tertib. BPBD Lebak juga telah menyusun jadwal distribusi air bersih bagi masyarakat yang terdampak kekeringan.
.jpg)
Warga Desa Selaraja, Kecamatan Warunggunung menerima bantuan pasokan air bersih dari BPBD Kabupaten Lebak. ANTARA/HO-Dokumen
Masyarakat yang membutuhkan pasokan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui aparat desa setempat. Selanjutnya, permohonan tersebut dilaporkan melalui WhatsApp ke Kantor BPBD Lebak.
"Kami menyalurkan air bersih gratis, tanpa dipungut biaya, karena merupakan bagian pelayanan terhadap masyarakat," ujarnya.
Sejumlah warga Cilograng Kabupaten Lebak mengaku senang setelah mendapatkan pasokan air bersih dari BPBD Lebak. Krisis air bersih yang melanda wilayah itu sudah berlangsung empat bulan akibat kemarau panjang yang menyebabkan kondisi sumur mengering.
"Kami sekarang bisa memenuhi kebutuhan MCK untuk beberapa hari ke depan dari bantuan air bersih BPBD Lebak," ucap Samun, warga Cilograng, Lebak.