Ilustrasi Anadolu
Ancaman Bom Paksa Penerbangan dari Israel Mendarat di Bulgaria
Fajar Nugraha • 19 October 2026 09:59
Wina: Sebuah ancaman bom memaksa penerbangan Austrian Airlines dari Israel menuju Wina, Austria untuk melakukan pendaratan darurat di Bulgaria pada Minggu 18 Oktober 2026 malam waktu setempat dengan pengawalan jet tempur.
Pesawat Airbus A320, yang beroperasi sebagai penerbangan OS82 dari Tel Aviv, mendarat dengan selamat di ibu kota Sofia dengan membawa 51 penumpang dan enam awak pesawat, konfirmasi pihak maskapai.
Situs berita Israel, Ynet, melaporkan bahwa Austrian Airlines menerima peringatan dari seorang warga negara Austria yang mengeklaim terdapat bom di dalam pesawat tersebut setelah pesawat itu lepas landas dari Israel.
Menurut media tersebut, orang yang melaporkan ancaman itu tidak berada di dalam pesawat.
Para penumpang menuturkan kepada Ynet bahwa mereka telah diberitahu mengenai adanya ancaman bom anonim yang memaksa pesawat tersebut mengubah rutenya.
“Di antara penumpang yang berada di dalam pesawat terdapat delegasi kaum muda yang dijadwalkan untuk berbicara di hadapan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB),” lapor media Israel tersebut, seperti dikutip dari Anadolu, Senin 19 Oktober 2062.
Kementerian Transportasi Bulgaria menyatakan bahwa awak pesawat melaporkan telah menerima peringatan bom saat terbang di dekat perbatasan Rumania dan memutuskan untuk mengalihkan penerbangan ke Sofia.
Kementerian Pertahanan Bulgaria menyatakan bahwa jet tempur MiG-29 dikerahkan untuk mengawal pesawat tersebut menuju bandara dalam sebuah operasi yang dikoordinasikan dengan Pusat Operasi Udara Gabungan NATO di Spanyol.
Para penumpang dievakuasi setelah pesawat mendarat, sementara otoritas Bulgaria melakukan pemeriksaan keamanan terhadap pesawat tersebut.
Austrian Airlines, yang merupakan bagian dari Lufthansa Group, menyatakan bahwa para penumpang akan dialihkan ke penerbangan lain setelah pemeriksaan selesai.
Ynet melaporkan bahwa indikasi awal menunjukkan ancaman tersebut mungkin merupakan alarm palsu, meskipun pihak berwenang belum mengumumkan hasil penyelidikan mereka.
Insiden ini menyusul peristiwa serupa yang melibatkan penerbangan Delta Air Lines dari New York yang mendarat di Bandara Ben Gurion, Israel, pada Selasa lalu.
Para penumpang dievakuasi dan pesawat dipindahkan ke area terisolasi untuk diperiksa menyusul adanya peringatan anonim. Pemeriksaan keamanan kemudian mengonfirmasi bahwa peringatan tersebut adalah palsu.