Ilustrasi. MI/Susanto.
Industrialisasi Pertanian Terus Digenjot Guna Kejar Target Swasembada Pangan
Arga Sumantri • 6 November 2025 22:57
Lombok: Upaya mewujudkan target swasembada pangan terus digenjot. Salah satunya, lewat penguatan pelaksanaan program Mari Kita Majukan Usaha Rakyat (Makmur) yang dilakukan Project Agrosolution PT Pupuk Kaltim melalui Panen Raya Kentang yang dilaksanakan di Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Komisaris PT Pupuk Kaltim Azis Samual mengatakan program ini memberikan pendampingan intensif, pemupukan, hingga manajemen panen yang didukung teknologi. Selain itu, memberikan akses permodalan, kepastian offtaker, dan peningkatan produktivitas dan pendapatan petani.
"Kita harus membangun nasionalisme ekonomi di bidang pangan dengan membangun industrialisasi yang berbasis pada sektor pertanian," ujar Azis dalam keterangannya, Kamis, 6 November 2025.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian pangan dengan memenuhi kebutuhan domestik. Sekaligus, menghentikan ketergantungan pada impor, meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani.
"Yang pada gilirannya akan meningkatkan penerimaan negara melalui sektor pertanian," ujar Azis.
Baca Juga :
Riset Lokal Dorong Indonesia Swasembada Kedelai
Alokasi pupuk subsidi 2025 wilayah NTB yaitu urea 212.964 ton, NPK 154.979 ton, NPK formula khusus 1.412 ton, organik 39.465 ton, dan ZA 256 ton. Alokasi subsidi diperuntukkan untuk komoditi padi, jagung, kedelai, ubi kayu, cabai, bawang merah, bawang putih, tebu rakyat, kakao, dan kopi.
"Alhamdulillah dengan adanya program Makmur PT Pupuk Kaltim di tahun 2025 ini, produktivitas pertanian di NTB mengalami peningkatan, antara lain untuk komoditas padi naik 16 persen, jagung naik 32 persen, bawang merah 15 persen, cabai rawit 8 persen, dan buah naga 33 persen," ungkap Azis.

Panen kentang di NTB. Istimewa.
Azis menyatakan program ini instrumen implementasi dari visi besar Presiden Prabowo Subianto dalam program Asta Cita, yaitu Indonesia sebagai negara agraris terbesar di dunia harus menjadi negara swasembada pangan. Cita-cita ini harus terus didukung.
"Oleh sebab itu, kita harus membangun industrialisasi berbasis pertanian dan hilirisasi produk pertanian. Sehingga kita dapat meningkatkan nilai tambah pertanian, meningkatkan pendapatan petani, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan.," kata Azis.
Menurutnya, program ini juga merupakan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan sistem pertanian dari hulu ke hilir yang bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.
"Saya sangat mengapresiasi Pak Rahmad Pribadi selaku Dirut PT Pupuk Indonesia yang memiliki concern yang tinggi dan juga all out untuk menyukseskan Program Makmur di seluruh Indonesia." pungkas Azis.