Gedung Astra Agro Lestari, perusahaan terbesar kelapa sawit terbesar di Indonesia. Foto: Istimewa.
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
Richard Alkhalik • 27 May 2026 18:45
Jakarta: Industri kelapa sawit merupakan sektor agroindustri strategis yang menjadi motor penggerak perekonomian nasional. Memegang status sebagai produsen terbesar di dunia, Indonesia turut memproduksi minyak kelapa sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) yang menjadi bahan baku untuk minyak goreng, kosmetik, sabun, hingga bahan bakar nabati.
Berdasarkan publikasi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) yang mengutip kompilasi data Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) serta berbagai studi agronomi, rata-rata produktivitas minyak kelapa sawit menembus angka 3,3 hingga 4,0 ton per hektare per tahun.
Angka produktivitas tersebut jauh mengungguli komoditas minyak nabati lainnya, seperti kedelai 0,4 - 0,5 per hektare per tahun, biji bunga matahari 0,7 - 0,8 per hektare per tahun, maupun rapeseed 0,7 per hektare per tahun. Kelapa sawit mampu menghasilkan minyak lima hingga delapan kali lipat lebih banyak per satuan luas lahan dibandingkan tanaman pesaingnya.
Mengutip data publikasi dari laman resmi masing-masing korporasi, berikut adalah daftar sepuluh perusahaan sawit terbesar di Indonesia yang memegang kendali dan pengaruh penting:
1. PT Astra Agro Lestari Tbk
Berdiri sebagai salah satu produsen kelapa sawit terbesar di Tanah Air, PT Astra Agro Lestari Tbk menguasai lahan perkebunan seluas 284.800 hektare dengan estimasi produksi Tandan Buah Segar kelapa sawit nasional adalah sekitar 15 hingga 22 ton per hektare per tahun. Operasional perusahaan ini ditopang oleh 31 pabrik kelapa sawit serta fasilitas pengolahan yang tersebar di wilayah Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi.2. PT Salim Ivomas Pratama Tbk
Korporasi ini mengelola rantai pasok secara terintegrasi dari sektor perkebunan hingga pengolahan, yang menghasilkan produk barang konsumsi terkemuka seperti minyak goreng dan margarin. Berdasarkan data per 31 Desember 2024, perusahaan mencatat total lahan inti seluas 288.649 hektare. Dari luasan tersebut, 84 persen atau 241.208 hektare ditanami kelapa sawit, disusul karet 6 persen atau 16.231 hektare, tebu 5 persen atau 13.583 hektare, dan sisanya diperuntukkan bagi hutan tanaman industri, kakao, serta teh.3. PT Sampoerna Agro Tbk
Korporasi ini mengelola total lahan perkebunan kelapa sawit seluas 167.700 hektare, yang merupakan gabungan dari kebun inti dan plasma. Secara kapasitas, perusahaan ini berstatus sangat produktif dengan kemampuan menghasilkan 1,7 juta hingga 2 juta ton Tandan Buah Segar, serta 400.000 hingga 500 ribu ton minyak sawit mentah setiap tahunnya.4. PT Triputra Agro Persada Tbk
Perusahaan ini fokus berekspansi di sektor perkebunan dan industri pengolahan kelapa sawit, serta perkebunan karet di Jambi, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur. Perseroan beroperasi di 23 lokasi perkebunan sawit seluas 160.000 hektare dan satu perkebunan karet seluas 1.400 hektare. Jaringan fasilitas yang dimiliki mencakup 18 pabrik kelapa sawit, satu pabrik ribbed smoked sheet, dan satu pabrik pengolahan inti sawit.5. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk
Korporasi ini mengelola 27 perkebunan kelapa sawit yang seluruhnya terkonsentrasi di Kalimantan Tengah. Total area yang dikelola mencapai 136.447 hektare. Dari area tersebut, sekitar 93.726 hektare merupakan area tanaman menghasilkan yang mencakup 77.314 hektare kebun inti dan 17.500 hektare kebun plasma. Perusahaan mencatatkan rata-rata hasil Tandan Buah Segar sebesar 23,5 ton metrik per hektare dengan target mencapai 35 ton metrik. Perusahaan ini memproduksi CPO sebesar 6,7 ton per hektare, menjadikannya salah satu yang tertinggi di industri ini.| Baca juga: Pemerintah Tempatkan Perwakilan di DSI untuk Cegah Monopoli |

(Ilustrasi kelapa sawit. Foto: Dokumen Ditjenbun Kementan)
6. Golden Agri-Resources (GAR)
GAR mengelola sekitar 531.355 hektare perkebunan kelapa sawit, termasuk skema kemitraan petani skala kecil, di berbagai wilayah Indonesia. Dalam hal produktivitas, korporasi ini berhasil mencatatkan volume produksi CPO hingga menyentuh angka 2,2 juta ton pada tahun 2025.7. First Resources
Melalui operasional perkebunan, First Resources menorehkan rata-rata produksi TBS kelapa sawit sebesar 20,8 ton per hektare per tahun. Sepanjang tahun fiskal 2025, jaringan pabrik First Resources Group sukses memproduksi 1.303.493 ton CPO, dengan tingkat ekstraksi CPO rata-rata sebesar 21,5 persen dan tingkat ekstraksi inti sawit di angka 4,8 persen.8. Wilmar International Limited
Wilmar diakui sebagai salah satu penguasa lahan perkebunan sawit terbesar di dunia dengan total area tanam mencapai 234.334 hektare per 31 Desember 2025. Sebaran lahan tersebut meliputi 66 persen di Indonesia yaitu di Sumatra, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, 25 persen di Malaysia Timur, dan 9 persen di Afrika. Melalui skema usaha patungan, perusahaan ini juga memiliki lahan seluas 58.000 hektare di Uganda dan Afrika Barat.9. Bumitama Ltd
Korporasi ini mengelola 184.467 hektare perkebunan kelapa sawit di Indonesia dan mengoperasikan 17 pabrik pengolahan dengan kapasitas menembus hampir 7 juta ton metrik per tahun. Bumitama Ltd menonjol sebagai salah satu produsen tingginya hasil ekstraksi CPO yang mencapai 4,3 ton per hektare pada tahun 2025.10. PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSN Group)
Hingga akhir 2025, total luas area tanam perseroan DSN Group mencakup inti dan plasma berkisar 111.900 hektare. Dari total luasan tersebut, area tanaman menghasilkan 102.100 hektare dengan rata-rata usia tanaman 15 tahun.DSN Group mengelola 15 perkebunan dengan area konsesi 106.343 hektare yang ditopang oleh 12 PKS berkapasitas total 675 ton per jam. Pabrik-pabrik ini memproduksi 631.000 ton CPO pada tahun 2025. Selain itu, perseroan juga mengoperasikan satu unit Kernel Crushing Plant berkapasitas 400 ton per hari untuk memproduksi minyak inti sawit.