PJL di jalur perlintasan langsung (JPL) 2 Menteng, Jakarta Pusat, Ujang. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Cerita Ujang 12 Tahun Jaga Perlintasan Kereta
Metro TV • 16 September 2026 18:34
Jakarta: Menjaga kelancaran lalu lintas di DKI Jakarta bisa dibilang bukan perkara mudah. Padatnya berbagai moda transportasi yang memenuhi ruas jalan Ibu Kota menjadi tantangan tersendiri yang harus diselesaikan, terutama selama jam berangkat dan pulang kerja karyawan.
Keberadaan petugas jaga lintasan (PJL) kereta api hampir tak terlihat tapi sangat berperan besar dalam urusan keamanan dan kelancaran transportasi. Bagi mereka, mengawal perlintasan saat jam padat bukan sekadar tugas sederhana, melainkan pengabdian demi keselamatan masyarakat.
Salah satu orang yang memilih untuk melakukan itu adalah Ujang, PJL di jalur perlintasan langsung (JPL) 2 Menteng, Jakarta Pusat. Sejak 2014, Ujang setia menjaga perlintasan dan memastikan keamanan setiap orang yang melintas.
Bisa dibilang, Ujang telah makan asam garam di bidang ini. Termasuk, dalam berhadapan dengan berbagai karakter orang yang mengakses perlintasan kereta.
“Ya inilah, susah juga manusia, namanya manusia kadang-kadang sabar, iya, kadang-kadang enggak tertib, kadang-kadang ngelawan arah gitu,” kata Ujang ketika ditemui Metrotvnews.com di lokasi, Rabu, 16 September 2026.
“Kalau (kendaraan) udah ngga bisa (bergerak), ya saya turun (buat) atur. (Lalu) saya tetap tutup pintu perlintasan dan kita cari ke arah kereta yang mau ini (lewat), (kasih) semboyan tiga,” ungkap Ujang.
Kejadian warga yang menerobos perlintasan kereta juga pernah dia alami saat masih bertugas di JPL 1 Karet. Bahkan, insiden itu sampai merenggut satu nyawa akibat korban memaksa melintas, padahal Ujang selaku petugas telah menurunkan palang dan memperingatkannya.
“Orang nyebrang itu saya sudah kasih tahu, tapi, dia tetap (melintas). Padahal kan (jalur) silang dua. Tetap aja, saya teriak-teriak (tidak dihiraukan),” sebut Ujang.

PJL di jalur perlintasan langsung (JPL) 2 Menteng, Jakarta Pusat, Ujang. Foto: Metrotvnews.com/Afifah Alfina.
Setidaknya, 200 kereta melintasi JPL 1 Menteng yang menjadi tanggung jawabnya dalam sif pagi hari itu. Meski memikul tugas yang tak ringan, Ujang mengaku senang menjalani pekerjaan ini.
“Ya daripada dukanya, sukanya (lebih) banyak lah. Nyaman, gaji juga alhamdulillah UMR. Yang penting kita nikmatin aja dan semuanya sesuai SOP insyaallah aman,” kata Ujang.
Meski telah melaksanakan standar operasional prosedur (SOP), Ujang mengakui masih banyak masyarakat yang abai terhadap rambu perlintasan. Maka dari itu, dirinya berpesan agar tidak menyepelekan rambu dan imbauan petugas, serta mengutamakan keselamatan.
“Masyarakat juga yang waspada, taat sama ini (rambu perlintasan). Apa yang lebih penting daripada nyawa? Kalau telat atau potong gaji ya udah lah, yang penting kan nyawa,” ujar Ujang.
(Afifah Alfina)