Ilustrasi: Freepik
Puasa Nabi Daud: Niat, Tata Cara, dan Keutamaannya
Riza Aslam Khaeron • 11 September 2026 07:00
Jakarta: Puasa Daud merupakan salah satu puasa sunah yang dapat dikerjakan umat Islam. Puasa ini dilakukan secara berselang-seling, yakni satu hari berpuasa dan satu hari tidak berpuasa.
Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), puasa Daud termasuk ibadah sunah yang dianjurkan untuk dikerjakan. Orang yang menjalankan puasa sunah mendapatkan pahala, sedangkan orang yang tidak mengerjakannya tidak mendapat dosa.
Sebelum menjalankannya, umat Islam perlu mengetahui niat puasa Daud serta tata cara pelaksanaannya.
Niat Puasa Daud
Puasa Daud pada dasarnya memiliki tata cara yang hampir sama dengan puasa sunah lainnya. Puasa Daud diawali dengan niat. Dilansir dari BAZNAS, niat puasa Daud dapat dilakukan sejak setelah Magrib hingga sebelum terbit fajar. Bacaan niatnya sebagai berikut:.jpg)
Nawaitu shauma dawuda sunnatan lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Daud karena Allah Ta'ala."
Berbeda dengan puasa wajib, niat puasa sunah seperti puasa Daud masih dapat dilakukan setelah terbit fajar. Namun, orang tersebut harus belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa, seperti makan dan minum. Jika niat dilakukan setelah waktu Subuh hingga sebelum Zuhur, bacaan yang digunakan adalah:
.jpg)
Nawaitu shauma hadzal yaumi 'an ada'i sunnati dawuda lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku berniat puasa sunah Daud hari ini karena Allah Ta'ala."
Tata Cara Puasa Daud
Tata cara puasa Daud tidak jauh berbeda dengan puasa sunah lainnya. Berikut langkah-langkahnya.- Membaca niat
Niat sebaiknya dilakukan pada malam hari sebelum terbit fajar. Namun, karena puasa Daud merupakan puasa sunah, niat masih dapat dilakukan pada pagi hari hingga sebelum Zuhur dengan syarat belum melakukan sesuatu yang membatalkan puasa. - Makan sahur
Sahur merupakan salah satu sunah dalam menjalankan ibadah puasa. Makan sahur dapat membantu memenuhi kebutuhan energi sebelum menjalani puasa sepanjang hari. Jika seseorang tidak sempat makan sahur karena terlambat bangun atau alasan lainnya, puasanya tetap dapat dilaksanakan. - Menahan diri dari hal yang membatalkan puasa
Puasa dilakukan dengan menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri, sejak terbit fajar hingga matahari terbenam. Selain itu, orang yang berpuasa juga dianjurkan menjaga diri dari perbuatan tercela, seperti berdusta, bergunjing, dan berbagai bentuk kemaksiatan. - Berbuka saat matahari terbenam
Waktu berbuka puasa Daud sama seperti puasa pada umumnya, yaitu ketika matahari terbenam atau masuk waktu Magrib. Menyegerakan berbuka juga termasuk sunah dalam menjalankan ibadah puasa. Setelah seharian menahan lapar dan haus, berbuka dapat membantu mengembalikan energi tubuh.
Pola Puasa Daud, Sehari Puasa dan Sehari Tidak
Ciri utama puasa Daud adalah pelaksanaannya yang dilakukan secara berselang-seling. Seseorang menjalankan puasa selama satu hari, kemudian tidak berpuasa pada hari berikutnya. Setelah itu, puasa kembali dilakukan pada hari berikutnya. Pola tersebut terus dilakukan secara bergantian.Karena itu, puasa Daud berbeda dengan puasa sunah yang dilakukan setiap hari tertentu dalam satu pekan. Puasa Daud mengikuti pola satu hari puasa dan satu hari tidak puasa.
Keutamaan Puasa Daud
Dilansir dari BAZNAS, salah satu keutamaan puasa Daud terletak pada latihan untuk mengendalikan diri dan tidak terlalu terikat dengan kenikmatan duniawi. Menjalankan puasa sehari dan tidak berpuasa pada hari berikutnya dapat menjadi latihan untuk mengatur keinginan serta meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt.Puasa Daud juga disebut memiliki manfaat dari sisi keimanan dan spiritual. Selain itu, ibadah puasa juga berkaitan dengan pengaturan pola makan dan kondisi tubuh selama dilakukan dengan cara yang tepat.
Baca Juga :
5 Hari yang Diharamkan Berpuasa dalam Islam
Hari yang Tidak Boleh Digunakan untuk Puasa
Puasa Daud dapat dilakukan sepanjang tahun di luar waktu-waktu yang memang dilarang untuk berpuasa.Dilansir dari BAZNAS, puasa tidak boleh dilakukan pada 1 Syawal yang merupakan Hari Raya Idulfitri. Selain itu, umat Islam juga dilarang berpuasa pada 10 Zulhijah atau Hari Raya Iduladha serta 11–13 Zulhijah yang merupakan hari tasyrik.
Dengan demikian, pelaksanaan puasa Daud tetap perlu memperhatikan kalender Hijriah agar tidak bertepatan dengan hari yang diharamkan untuk berpuasa.
(Siti Nahdia Usman)