Awan panas guguran yang terekam dalam CCTV yang dipantau BPBD Lumajang, Rabu siang, 14 Januari 2026. ANTARA/HO-BPBD Lumajang.
Gunung Semeru Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 5 Km
Silvana Febiari • 14 January 2026 16:28
Lumajang: Gunung Semeru yang memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) meluncurkan awan panas guguran sejauh 5 kilometer dari puncak pada Rabu siang, 14 Januari 2026. Masyarakat di sekitar gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
"Terjadi satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 20 milimeter dan lama gempa 3.000 detik," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian dalam laporan tertulis, seperti dilansir Antara.
Aktivitas Gunung Semeru pada pengamatan kegempaan pukul 06.00-12.00 WIB juga merekam terjadinya 33 kali gempa letusan/erupsi. Gempa tersebut memiliki amplitudo 15–22 mm dengan durasi 62–130 detik.
"Gunung Semeru juga mengalami satu kali gempa embusan dengan amplitudo 8 mm dan dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10-25 mm," jelasnya.
Saat ini, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu masih dalam status siaga atau level III. Masyarakat direkomendasikan tidak beraktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi).
"Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ungkap Mukdas.
Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru. Sebab, rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).
Tak hanya itu, masyarakat diminta pula untuk mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru. Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Gunung Semeru erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak pada Senin, 12 Januari 2026. ANTARA/HO-PVMBG
Sementara Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi peningkatan aktivitas Gunung Semeru. Imbauan ini disampaikan mengingat status Gunung Semeru masih berada pada level siaga.
"Awan panas guguran terjadi pada pukul 11.25 WIB dengan amplitudo maksimum 20 mm dan alhamdulillah getaran awan panas sudah berhenti pada pukul 12.15 WIB," ujarnya.
BPBD Lumajang terus memantau aktivitas Gunung Semeru melalui koordinasi dengan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru yang berada di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro.