Ilustrasi kebakaran. Foto: Antara.
1.216 Kebakaran Terjadi di Jakarta Selama Januari-Juni 2026
Mohamad Farhan Zhuhri • 23 September 2026 13:40
Jakarta: Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta Bayu Megantara menyampaikan rekapitulasi data kejadian kebakaran di wilayah DKI Jakarta selama periode 1 Januari hingga 31 Agustus 2026. Total kebakaran di lima wilayah administasi Ibu Kota mencapai 1.216 total laporan kejadian.
Bayu membeberkan, Jakarta Barat menjadi daerah dengan angka kejadian tertinggi. Peristiwa kebakaran di Jakbar mencapai 368 kejadian (30,26 persen).
“Jakarta Timur dengan 299 kejadian (24,59 persen), Jakarta Selatan 252 kejadian (20,72 persen), Jakarta Utara 163 kejadian (13,40 persen), dan Jakarta Pusat 134 kejadian (11,02 persen),” ujar Bayu dikutip dari Media Indonesia, Rabu, 23 September 2026.
Kebakaran juga menimpa bangunan umum dan perdagangan sebanyak 230 kejadian (18,91 persen), instalasi listrik luar gedung 194 kejadian (15,95 persen), sampah 174 kejadian (14,31 persen), kendaraan 76 kejadian (6,25 persen), tumbuhan 62 kejadian, lain-lain 62 kejadian, lapak 35 kejadian, serta bangunan industri 25 kejadian.
Sementara itu, Bayu menjelaskan masalah kelistrikan masih menjadi pemicu utama kebakaran di Ibu Kota. Kebakaran akibat listrik mencakup lebih dari separuh total kejadian.

Peristiwa kebakaran di Kemayoran, Jakpus. Foto: Istimewa.
"Yakni sebanyak 649 kasus (53,37 persen),” ujar Bayu.
Adapun pemicu lainnya meliputi kegiatan membakar sampah sebanyak 171 kasus (14,06 persen), masalah gas 103 kasus (8,47 persen), faktor kelalaian manusia 88 kasus (7,24 persen), penyalaan sendiri 48 kasus, puntung rokok 46 kasus, penyalaan kembali 11 kasus, serta penyebab lainnya sebanyak 100 kasus.
“Data ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam peremajaan instalasi listrik rumah tangga dan tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan,” ujar Bayu.