SPBU di Bulgaria. Foto: seenews.com
Stabilitas Pasar Energi Bulgaria Terpukul Kenaikan Harga BBM
Richard Alkhalik • 17 April 2026 13:50
Sofia: Eskalasi konflik geopolitik yang dipicu oleh serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu telah memukul stabilitas pasar energi global, termasuk Bulgaria. Badan Pendapatan Nasional Bulgaria mengatakan adanya lonjakan pada harga jual bensin dan solar.
Melansir Xinhua, Jumat, 17 April 2026, Direktur Eksekutif Badan Pendapatan Nasional Bulgaria Milena Krastanova mengungkapkan sejak meletusnya konflik tersebut harga bensin atau bahan bakar minyak (BBM) telah terkerek naik sebesar 19,9 persen. Sementara itu, lonjakan harga solar tercatat jauh lebih tajam yakni meroket hingga 38,8 persen.
Menurut Krastanova, angka tersebut merupakan hasil dari pemantauan Badan Pendapatan Nasional Bulgaria terhadap dinamika pasar bahan bakar ritel pasca-pecahnya konflik.
| Baca juga: Iran Ancam Tutup Jalur Perdagangan Global, Balas Blokade AS di Selat Hormuz |
.jpg)
(Ilustrasi BBM. Foto: dok MI/Panca Syurkani)
Krisis terburuk yang pernah terjadi di Bulgaria
Merespons lonjakan harga tersebut, Direktur Eksekutif Asosiasi Minyak dan Gas Bulgaria Andrey Delchev mengatakan situasi tersebut sebagai guncangan energi terburuk dalam sejarah pasar domestik mereka.
"Krisis paling serius yang pernah terjadi, kesulitan paling serius di pasar, lonjakan harga paling serius," ungkap Delchev dalam wawancara di Televisi Nasional Bulgaria.
Delchev memperingatkan jika laju kenaikan ini terus berlanjut prospek ekonomi ke depan akan buruk. Melonjaknya biaya bahan bakar dipastikan akan mengerek ongkos transportasi, barang, dan makanan yang dikhawatirkan akan semakin memperparah tekanan inflasi di tingkat global.