Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Ini Cara Lapor Jika Menemukan Titik Api

Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).

Karhutla Kalimantan Makin Meluas, Ini Cara Lapor Jika Menemukan Titik Api

Putri Purnama Sari • 23 August 2026 11:13

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menjadi perhatian di sejumlah wilayah Kalimantan. Pemerintah bahkan memperkuat operasi penanganan dengan melibatkan ribuan personel gabungan untuk memadamkan api sekaligus mencegah munculnya titik kebakaran baru.

Masyarakat yang menemukan titik api atau melihat indikasi karhutla dapat segera melaporkannya kepada pihak terkait. Pelaporan sedini mungkin penting untuk mempercepat penanganan dan mencegah api meluas.

Berdasarkan standar pelayanan pemadaman darat karhutla, laporan dapat disampaikan oleh masyarakat, Brigade Karhutla, pemangku kawasan, maupun Posko Krisis Karhutla kabupaten/kota.

Laporan kejadian karhutla dapat disampaikan setiap hari selama 24 jam melalui sejumlah saluran pengaduan.

Cara Lapor Jika Menemukan Titik Api


Dok: Instagram @balaidalkarhut_kalimantan

Masyarakat yang melihat titik api, asap tebal, atau indikasi karhutla dapat menyampaikan laporan melalui beberapa cara. Pelaporan dapat dilakukan melalui call center, WhatsApp, atau langsung ke Daops Manggala Agni terdekat.

Selain itu, masyarakat juga dapat menyampaikan pengaduan melalui layanan SP4N-LAPOR!. Untuk wilayah Kalimantan, pengaduan, saran, dan masukan juga dapat disampaikan kepada Balai Pengendalian Karhutla Kalimantan melalui:
  • Email: balaidalkarhut.kalimantan@kehutanan.go.id
  • WhatsApp: 08115201113
  • SP4N-LAPOR!
Masyarakat juga dapat menyampaikan laporan secara tertulis kepada Kepala Balai Pengendalian Karhutla Kalimantan di Jalan Jenderal Sudirman Nomor 8, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah 73112.

Informasi yang Perlu Disertakan Saat Melapor

Agar laporan dapat segera ditindaklanjuti, pelapor perlu memberikan informasi mengenai kejadian yang ditemukan. Pelapor juga perlu menyertakan identitas serta dokumentasi kejadian, seperti foto atau video kondisi karhutla.

Untuk laporan dari masyarakat, dokumentasi dapat digunakan sebagai bukti awal kejadian. Selain itu, laporan dapat disertai informasi mengenai lokasi titik api agar petugas lebih mudah melakukan pengecekan.

Laporan Akan Diverifikasi Petugas

Setelah laporan diterima, Daops Manggala Agni terdekat akan menindaklanjutinya dengan melakukan analisis informasi kondisi karhutla dan pengecekan awal lokasi.

Petugas kemudian melakukan size up, yakni penilaian awal terhadap kondisi dan skala kejadian. Hasil analisis tersebut menjadi dasar untuk menentukan persiapan serta mobilisasi personel dan sarana pemadaman.

Dengan demikian, laporan masyarakat menjadi salah satu informasi penting bagi petugas untuk mengetahui adanya potensi karhutla di lapangan.

Pemadaman Karhutla Tidak Dipungut Biaya

Pelayanan pemadaman darat karhutla oleh Manggala Agni tidak dipungut biaya atau gratis. Pemadaman dapat dilakukan secara mandiri maupun melalui pemadaman gabungan. Dukungan yang diberikan dapat berupa personel dan/atau peralatan pemadaman.

Standar pelayanan mencantumkan jangka waktu respons selama satu hari atau 24 jam, dengan pemadaman dilakukan hingga api benar-benar padam, baik secara mandiri maupun gabungan.
 

Utamakan Keselamatan Saat Menemukan Titik Api


Ilustrasi karhutla. Foto: Dok. Media Group Network (MGN).

Masyarakat yang menemukan titik api sebaiknya tidak mencoba melakukan pemadaman sendiri apabila kondisi api sudah besar atau membahayakan.

Informasikan lokasi kejadian kepada petugas dan berikan keterangan yang jelas mengenai kondisi di lapangan. Jika memungkinkan dan aman, dokumentasi berupa foto atau video dapat membantu proses verifikasi.

Dalam pelaksanaan pemadaman, petugas Manggala Agni tetap mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) personel pemadam. Apabila berdasarkan hasil analisis diperlukan dukungan dari pihak lain, kepala regu pemadam dapat mengusulkan pelaksanaan pemadaman gabungan kepada pimpinan.

Jangan Abaikan Titik Api

Titik api yang terlihat kecil tetap perlu diperhatikan karena dapat berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas, terutama ketika kondisi cuaca dan vegetasi mendukung penyebaran api.

Karena itu, masyarakat yang menemukan indikasi karhutla sebaiknya segera melapor melalui saluran yang tersedia. Informasi yang cepat, akurat, dan dilengkapi lokasi maupun dokumentasi dapat membantu petugas melakukan penanganan lebih awal.

(Putri Purnama Sari)