Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah menghadiri final Soekarno Cup 2026 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Senin malam, 24 Agustus 2026 (Foto:Dok.PDIP Jatim)
Soekarno Cup 2026 Tak Sekadar Cari Juara, Said Abdullah: Bentuk Karakter Talenta Muda
Amaluddin • 25 August 2026 11:35
Surabaya: Soekarno Cup 2026 tidak hanya menjadi panggung untuk menentukan tim terbaik dalam kompetisi sepak bola usia 17 tahun. Turnamen yang mempertemukan talenta muda dari berbagai daerah di Indonesia ini juga diarahkan menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus membuka peluang bagi pemain muda untuk melanjutkan karier di sepak bola nasional.
Hal itu dikatakan oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur MH Said Abdullah. Keberhasilan Soekarno Cup tidak semata-mata diukur dari siapa yang keluar sebagai juara. Menurutnya, nilai persatuan, sportivitas, fair play, kerja sama, dan sikap menghormati lawan merupakan bagian penting yang harus ditanamkan kepada para pemain sejak usia muda.
“Ini sebagai disampaikan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati sejak awal, jaga persatuan, jaga sportivitas, jaga fair play,” kata Said Abdullah di Gelora Bung Tomo (GBT), Surabaya, Senin malam, 24 Agustus 2026.
Said mengatakan pesan tersebut tidak hanya berlaku ketika para pemain berada di lapangan. Nilai-nilai persatuan dan sportivitas harus menjadi bekal yang dibawa para pemain dalam perjalanan mereka sebagai generasi penerus bangsa.
Ia menilai kompetisi sepak bola usia muda tidak cukup hanya menghasilkan pemain dengan kemampuan teknis. Lebih penting, kompetisi juga harus mampu membentuk anak-anak muda yang memiliki karakter kuat.
Oleh karena itu, Soekarno Cup menjadi ruang bagi para pemain untuk belajar menghadapi persaingan secara sehat, menghormati lawan, bekerja sama dalam tim, serta menerima kemenangan maupun kekalahan dengan sportif.
“Inilah setitik sumbangsih PDI Perjuangan bagi perkembangan sepak bola untuk membentuk karakter bangsa usia 17 tahun,” katanya.
Talenta Muda Mulai Dilirik Klub
Turnamen yang mempertemukan 16 kontingen dari 16 DPD PDI Perjuangan dan 16 provinsi tersebut juga mulai menunjukkan dampak terhadap pembinaan talenta muda.
Said menyebut sejumlah pemain yang tampil selama kompetisi mulai mendapatkan perhatian untuk melanjutkan karier ke jenjang yang lebih tinggi.
“Selama pertandingan 17 tahun ini banyak talenta muda yang dilirik Liga 2, Liga 3 yang sebentar lagi akan bergulir bagi ajang PSSI,” katanya.
Menurut Said, perhatian klub terhadap pemain muda menjadi salah satu capaian penting Soekarno Cup. Kompetisi usia muda, kata dia, harus mampu menjadi jembatan agar pemain dari berbagai daerah mendapatkan kesempatan berkembang dan meniti karier di sepak bola nasional.
Dengan demikian, keberhasilan turnamen tidak hanya diukur dari tim yang mengangkat trofi. Lebih jauh, kompetisi diharapkan mampu membuka peluang bagi pemain-pemain muda untuk mendapatkan pengalaman, perhatian klub, dan kesempatan melanjutkan karier profesional.
“Pertandingan ini sangat luar biasa, karena setelah dilewati 16 kontingen, 16 DPD, 16 provinsi, pada akhirnya pemenangnya harus ditentukan,” ujarnya.
Persatuan Tetap Jadi Nilai Utama
Meski kompetisi menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah, Said menekankan bahwa lahirnya juara bukan satu-satunya ukuran keberhasilan Soekarno Cup 2026.
Turnamen tersebut juga mempertemukan anak-anak muda dari berbagai daerah dalam satu ruang kompetisi. Perbedaan daerah dan latar belakang justru menjadi kekuatan yang dipertemukan melalui sepak bola. Para pemain berkompetisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi tetap membawa semangat persaudaraan sebagai sesama anak bangsa.
Oleh karena itu, persatuan, sportivitas, dan fair play menjadi nilai yang harus terus dijaga. Kompetisi boleh menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah, tetapi persaudaraan antarpemain dan antardaerah tidak boleh ikut berakhir bersama peluit panjang.
Said berharap semangat tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki ekosistem sepak bola Indonesia. Semakin banyak kompetisi yang sehat dan berkualitas, semakin besar pula kesempatan bagi talenta-talenta muda dari berbagai daerah untuk berkembang.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Surabaya dan Jawa Timur yang telah mendukung penyelenggaraan Soekarno Cup 2026 hingga berjalan lancar.
“Yang kedua tentu dalam penutupan ini kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada masyarakat Surabaya khususnya, dan Jawa Timur umumnya yang telah memberikan penghormatan bagi panitia Soekarno Cup 2026 bisa berjalan lancar, tertib,” kata Said.