Ilustrasi Green SM. Foto ANTARA/HO-Green SM
Netizen Rujak Green SM Usai Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur, Apa Penyebabnya?
Muhamad Marup • 28 April 2026 14:19
Jakarta: Perusahaan layanan taksi listrik, Green SM, mendapat sorotan usai kecelakaan kereta di Bekasi Timur. Banyak spekulasi beredar bahwa terjadinya insiden tabrakan kereta akibat armada Green SM menerobos pelintasan kereta.
Terkait insiden tersebut, pihak Green SM sudah mengeluarkan keterangan resmi. Meski demikian, pernyataan tersebut malah menyulut kritik dan hujan dari netizen kepada persuahaan taksi asal Vietnam tersebut.
Dua Keterangan Resmi
Keterangan resmi Green SM pertama disampaikan beberapa saat setelah kejadian melalui akun instagram @id.greensm. Pernyataan tersebut kurang lebih berisi keterlibatan Green SM dalam investigasi dan pihak perusahaan yang mengutamakan keselamatan.Meski demikian, pernyataan tersebut mendapat sorotan dari netizen. Netizen menyayangkan, bahkan mengkritik keras Green SM yang tidak menyertakan ucapan belasungkawa dan permintaan maaf.
.jpeg)
Ilustrasi tangkapan layar X
Pernyataan Resmi kedua disampaikan Green SM pada Selasa siang, 28 April 2026. Meski sudah mengucapkan belasungkawa, Green SM tetap tidak menyertakan permintaan maaf dalam pernyataan tersebut.
Langkah Green SM berbeda dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). Dalam pernyataan resmi pertama, KAI menyampaikan belasungkawa dan permintaan maaf.
Batasi Akun Tutup Komen Medsos
Kecaman netizen terhadap Green SM bukan hanya dari pernyataan resmi saja. Netizen juga bereaksi terhadap langkah Green SM dalam mengelola akun media sosialnya.Berdasarkan pantauan Metrotvnews.com, Green SM telah menutup komentar instagram setelah kecelakaan di Bekasi Timur ramai diperbincangkan Netizen.

Ilustrasi tangkapan layar IG
Selain itu, Green SM juga membatasi akses akun mereka di X. Hal tersebut juga merespons kritik dari netizen.
.jpeg)
Ilustrasi tangkapan layar X
Ada yang menilai langkah dilakukan karena takut dihujat netizen dan ada juga yang menyebut bahwa langkah tersebut merupakan langkah buruk dari perusahaan.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com