Pemkot Medan Komitmen Beri Pelayanan Maksimal di Hari Buruh

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Medan melakukan Rapat Koordinasi sambut Hari Buruh di Medan, Rabu, 29 April 2026. (ANTARA/HO-Humas Pemkot Medan

Pemkot Medan Komitmen Beri Pelayanan Maksimal di Hari Buruh

Silvana Febiari • 29 April 2026 22:57

Medan: Pemerintah Kota Medan, Sumatra Utara berharap peringatan Hari Buruh (May Day) pada 1 Mei 2026 dapat berjalan lancar aman, damai, dan kondusif. Harapan ini disampaikan demi menjaga iklim investasi dan dunia usaha.

Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas mengatakan, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berkomitmen memberi pelayanan maksimal pada hari buruh tersebut.

"Perlu digarisbawahi, ini adalah pelayanan. Kita ingin memastikan rekan-rekan buruh bisa menyampaikan aspirasi secara baik dan teratur, dan kondisi Kota Medan tetap kondusif," ujar Rico, dilansir dari Antara, Rabu, 29 April 2026. 
 


Dalam kesempatan itu, pemerintah kota setempat bersama pemangku kebijakan terkait membahas seluruh persiapan termasuk pelayanan publik pada hari buruh tersebut. Rico menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar pelayanan kepada masyarakat dan buruh berjalan optimal, sehingga situasi tetap kondusif.

Selain itu, kata dia, pemerintah kota juga memastikan bakal  terus membuka ruang komunikasi dengan serikat pekerja melalui forum tripartit. Forum tersebut melibatkan pemerintah, pengusaha, dan buruh.

"Buruh adalah elemen penting dalam pembangunan ekonomi. Kita saling membutuhkan, sehingga harus saling merangkul agar pembangunan ke depan semakin baik," kata dia.


Ilustrasi May Day. (Pexels)


Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menyampaikan sekitar 41 serikat pekerja telah terkonfirmasi akan mengikuti peringatan Hari Buruh. Jumlah tersebut diperkirakan mencapai total sekitar 2.500 orang.

"Massa direncanakan berkumpul di sejumlah titik seperti Masjid Raya dan Istana Maimun sebelum bergerak menuju pusat pemerintahan," ujar Jean.

Ia mengatakan polisi menyiapkan pengamanan serta melakukan rekayasa lalu lintas. Langkah tersebut diterapkan di 38 titik zona merah dan 18 titik zona kuning untuk mengantisipasi gangguan ketertiban dan keamanan.

Selain itu, langkah preemtif  juga dilakukan melalui komunikasi intensif dengan serikat buruh. Termasuk memfasilitasi rencana audiensi dengan Gubernur Sumatra Utara.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Silvana Febiari)