Lula Lahfah. Foto: Dok. Instagram.
Polisi Tunggu Hasil Medis RSPI Terkait Kematian Lula Lahfah
Siti Yona Hukmana • 26 January 2026 15:54
Jakarta: Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) tengah menunggu hasil pemeriksaan dokter dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI), Jakarta Selatan terkait penyebab kematian selebgram, Lula Lahfah. Sebab, terkait unsur pidana tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban.
Kasat Reskrim Polres Metro Jaksel AKBP Iskandarsyah mengatakan Lula sempat dibawa ke RS Fatmawati, Jakarta Selatan usai ditemukan tidak bernyawa di apartemennya. Dari hasil pemeriksaan dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.
Namun, rencana autopsi gagal dilakukan atas permintaan keluarga Lula. Meski demikian, selain pemeriksaan medis awal, polisi juga menganalisis rekaman CCTV dan tidak ada keterlibatan orang lain dalam upaya menghilangkan nyawa Lula. Maka itu, saat ini polisi menunggu hasil pemeriksaan medis Lula karena ada surat rawat jalan dari RSPI.
"Oleh karena itu, jadi, sampai saat ini kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari dokter. Dan dokter juga siap untuk memberikan keterangan kepada kepolisian," kata Iskandar di Polres Jaksel, Senin, 26 Januari 2026.
Iskandar mengaku menyita sejumlah barang bukti, selain rekaman CCTV dalam kasus ini. Namun, ia belum mau memerinci. Ia memastikan akan mengungkap dalam konferensi pers, sebab barang bukti itu harus diuji di laboratorium forensik terlebih dahulu.
"Jadi saat sekarang kita belum bisa sampaikan, karena ada beberapa barang bukti yang barang bukti itu masih terkait dalam proses penyelidikan kami," terang Iskandar.
Lebih lanjut, Iskandar mengakui pendalaman ini juga terkait dengan spekulasi bahwa Lula tewas karena mengonsumsi narkoba seperti beredar di masyarakat. Namun, polisi berharap awak media tidak memberikan misinformasi kepada masyarakat, sehingga menimbulkan asumsi-asumsi negatif.
"Sampai saat ini kita masih mendalami. Dalam proses penyelidikan ini kita memastikan apakah ada peristiwa pidana. Itulah namanya penyelidikan di sini. Kita maksimalkan dengan berdasarkan fakta-fakta yang ada, kita menggunakan scientific investigation," ujar Iskandar.
Lula ditemukan tidak bernyawa dengan posisi telentang dan kaku di kamar sebuah apartemen kawasan Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Januari 2026. Penemuan ini bermula dari asisten rumah tangga (ART) yang curiga Lula tidak merespons dari pagi hingga petang.

Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.
Terlebih pada dini harinya, Jumat, 23 Januari 2026 pukul 02.00 WIB, Lula terdengar mengerang kesakitan. Diduga kesakitan ini terkait dengan pascaoperasi batu ginjal dan asam lambung akut.
ART pun melapor ke petugas keamanan apartemen dan membuka pintu kamar yang terkunci bersama-sama pukul 18.44 WIB. Ditemukan Lula dengan kondisi tidak bernyawa dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuhnya.
Petugas keamanan bersama polisi hanya menemukan obat-obatan dan surat rawat jalan dari RSPI. Lula dibawa ke RS Fatmawati, Jaksel untuk visum.
Namun, pihak keluarga tidak setuju dilakukan visum dengan alasan menjaga privasi korban. Hingga kini, penyebab kematian korban masih misteri. Lula telah dimakamkan di TPU Rawa Terate, Cakunf, Jakarta Timur pada Sabtu, 24 Januari 2026.