Investasi di Bontang Tembus Rp3,08 Triliun

Kota Bontang. Foto: Istimewa

Investasi di Bontang Tembus Rp3,08 Triliun

M Sholahadhin Azhar • 7 May 2026 17:55

Jakarta: Kinerja investasi di Kota Bontang sepanjang 2025, menunjukkan capaian positif. Data resmi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Bontang, realisasi investasi berhasil mencapai Rp3,08 triliun.

“Realisasi investasi tahun 2025 yang melampaui target ini menunjukkan bahwa Kota Bontang semakin dipercaya oleh investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri," kata Kepala DPMPTSP Kota Bontang, Muhammad Aspian Nur, dalam keterangan yang dikutip Kamis, 7 Mei 2026.

Angka tersebut melampaui target yang telah ditetapkan sebesar Rp2,5 triliun atau mencapai 123,23 persen. Capaian ini juga mencerminkan pertumbuhan signifikan 13,66 persen dibandingkan realisasi investasi pada 2024.

"Ini adalah hasil kerja bersama dalam menciptakan kemudahan berusaha dan kepastian layanan,” Kata Aspian.
 


Dari total realisasi tersebut, investasi masih didominasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai Rp3,026 triliun.  Sementara itu, Penanaman Modal Asing (PMA) mencatatkan nilai Rp54,11 miliar.

Dari sisi kontribusi, PMDN menjadi tulang punggung utama pertumbuhan investasi di Bontang. Meskipun, PMA tetap memberikan peran strategis dalam pengembangan sektor tertentu.

Capaian investasi ini bersumber dari 323 proyek yang direalisasikan oleh 81 pelaku usaha non-UMKM. “Hal ini menunjukkan aktivitas investasi yang cukup dinamis serta adanya keberlanjutan proyek-proyek strategis di daerah,” kata Aspian.


Kota Bontang. Foto: Istimewa

Di sisi lain, tingkat kepatuhan pelaporan kegiatan penanaman modal tahun 2025 tercatat sebesar 43,69 persen. Menurut Aspian, hal tersebut menjadi salah satu fokus evaluasi pemerintah.

Menurut Aspian, terdapat dua sektor utama yang mendominasi PMA pada realisasi investasi tahun 2025. yaitu Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran.

Menurut Aspian, kedua sektor ini menjadi indikator bahwa Bontang tidak hanya berkembang sebagai kota industri, tetapi juga mulai menunjukkan daya tarik pada sektor jasa dan hospitality.

Sementara itu, pada Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), struktur investasi didominasi oleh sektor industri pengolahan. Khususnya, Industri kimia dasar, barang kimia, dan farmasi (85,96 persen).

Persentase itu disusul sektor perdagangan dan reparasi (5,18 persen), Industri logam dasar, barang logam, bukan mesin (3,16 persen), usaha jasa lainnya (2,32 persen), hotel dan restoran (1,12 persen).

“Dominasi sektor industri kimia mempertegas karakteristik Bontang sebagai kawasan industri strategis di Kaltim, yang didukung oleh keberadaan industri besar dan ekosistem pendukungnya,” terang Aspian Nur.

Dari sisi wilayah, distribusi investasi di Bontang masih belum merata, mayoritas realisasi investasi terkonsentrasi pada Bontang Utara, Rp1,17 triliun (98,94 persen), kemudian Bontang Barat, Rp9,36 miliar (0,79 persen), dan Bontang Selatan, Rp3,20 miliar (0,27 persen).

Kondisi ini menunjukkan bahwa kawasan Bontang Utara masih menjadi pusat utama aktivitas ekonomi dan industri, sementara wilayah lainnya masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan.

Aspian Nur menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong pemerataan investasi ke seluruh wilayah. Hal itu, didukung potensi sektor industri, jasa, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif.

“Kami tidak hanya fokus pada peningkatan angka investasi, tetapi juga pada kualitas dan pemerataan investasi. Ke depan, kami akan memperkuat promosi potensi wilayah serta meningkatkan pelayanan perizinan yang lebih cepat, transparan, dan terintegrasi,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa penguatan pengawasan dan peningkatan kepatuhan pelaku usaha dalam pelaporan LKPM menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas data investasi daerah.

Dengan capaian yang melampaui target dan struktur investasi yang semakin kuat, Pemerintah Kota Bontang optimistis tren positif ini akan terus berlanjut.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(M Sholahadhin Azhar)