DKI Gelar Bimtek bagi Puluhan Pelaku Usaha untuk Hadapi Pasar Global

Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Produk Ekspor Tahun 2026 yang berlangsung di Tavia Heritage Hotel, Jakarta Pusat, Selasa (1/8/2026)

DKI Gelar Bimtek bagi Puluhan Pelaku Usaha untuk Hadapi Pasar Global

Siti Yona Hukmana • 2 September 2026 18:14

Jakarta: Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (PPKUKM) DKI Jakarta menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kualitas Produk Ekspor 2026 kepada 60 pelaku usaha binaan. Bimtek ini digelar agar pelaku usaha siap menghadapi persaingan pasar global.

"Kalau ingin masuk ke pasar global, UKM harus siap bersaing. Persaingannya sangat ketat, jadi bukan hanya produknya yang harus bagus, tetapi pelaku usahanya juga harus memahami pasar," kata Kepala Dinas PPKUKM DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo dalam keterangannya di Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 2 September 2026.

Pelaku usaha tidak hanya dituntut menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga harus memiliki pemahaman terhadap pasar, standar yang berlaku, perhitungan harga dan biaya ekspor, serta kemampuan bernegosiasi dengan calon pembeli. Menurut dia, pelaku usaha yang ingin mengembangkan pasar ke tingkat internasional perlu memahami berbagai aspek perdagangan ekspor, mulai dari penetapan harga, penghitungan biaya ekspor, prosedur dan dokumen perdagangan, negosiasi, kontrak dagang internasional, logistik, strategi penjualan, hingga penyusunan rencana bisnis ekspor.

"Kita tidak ingin UKM hanya siap menjual, tetapi belum siap ketika berhadapan dengan buyer (pembeli) dari luar negeri. Karena itu, yang kita bangun bukan hanya pengetahuan, tetapi juga kesiapan usaha," ujar Ratu.

Setelah mengikuti Bimtek, kata Ratu, peserta akan mendapatkan pendampingan sebelum mengikuti "Business Matching Ekspor" yang dijadwalkan berlangsung selama satu hari pada Oktober mendatang. Dari 60 peserta Bimtek, sebanyak 40 pelaku usaha terbaik akan dipilih untuk dipertemukan secara langsung dengan calon pembeli potensial dari sejumlah negara.

Salah satu pedagang usaha jasa sablon di Pasar Tanah Abang, Ibnu. Foto: Metrotvnews.com/Nattasya Amani Vrazeti

Ratu mengatakan pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengetahui kebutuhan calon pembeli, mengevaluasi produk, sekaligus membangun kerja sama yang dapat membuka peluang ekspor.

"Ini pertama kalinya kita membuat rangkaian yang lengkap, mulai dari Bimtek, kemudian pendampingan, sampai business matching. Jadi, ada proses untuk menyiapkan UKM, lalu ada kesempatan untuk mempertemukan mereka dengan calon pembeli," kata Ratu.

Dia menilai persaingan di pasar internasional menuntut pelaku UKM untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saing produknya karena harus berhadapan dengan produk dari berbagai negara. Ratu berharap rangkaian pendampingan dan "Business Matching Ekspor" 2026 dapat menjadi langkah awal bagi lebih banyak UKM Jakarta untuk mengembangkan pasar hingga ke tingkat internasional.

Pemprov DKI Jakarta akan terus menyediakan pendampingan dan membuka akses pasar. Namun demikian, kesiapan untuk bersaing tetap kembali kepada komitmen pelaku usaha itu sendiri.

"Kami ingin semakin banyak UKM Jakarta yang berani melihat pasar internasional sebagai peluang pertumbuhan," kata Ratu.

(Siti Yona Hukmana)