Pramono Soroti Harga Masker: Ini Kebutuhan Publik, Jangan Dipermainkan!

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Metrotvnews.com/Nattasya Amani

Pramono Soroti Harga Masker: Ini Kebutuhan Publik, Jangan Dipermainkan!

Nattasya Amani Vrazeti • 7 September 2026 22:50

Jakarta: Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta pedagang dan pelaku usaha tidak memanipulasi stok maupun menaikkan harga masker secara tidak wajar di tengah sebaran paparan abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Dia menegaskan saat ini masker merupakan alat perlindungan dasar yang menjadi kebutuhan vital seluruh masyarakat.

“Hal yang berkaitan dengan masker, saya minta untuk tidak inilah, ini kan menjadi kebutuhan publik, kebutuhan bersama, jangan dipermainkan,” ujar Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Pramono mengatakan Pemprov DKI Jakarta akan tetap menyalurkan masker di berbagai fasilitas dan ruang publik.

“Tetapi Pemerintah DKI Jakarta tetap akan melakukan pembagian masker di tempat-tempat umum untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” ujar Pramono.

Perjualan masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta, diklaim meningkat akibat penyebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Metrotvnews.com/Nattasya

Penyemprotan Water Mist

Di samping itu, Pemprov DKI juga melakukan penyemprotan water mist hingga Selasa, 8 September 2026. Hal tersebut dilakukan jajaran dinas terkait untuk melakukan penanganan paparan abu vulkanik

“Yang juga tidak kalah pentingnya adalah kerja sama antara Damkar, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, dan kemudian juga dengan Satpol PP dan sebagainya. Untuk yang pertama water mist terus kita lakukan sampai dengan besok,” ucap Pramono. 

Dia juga mengimbau pengelola gedung perkantoran yang memiliki fasilitas water mist untuk mengoperasikan secara mandiri. Hal ini penting untuk mempercepat pengikatan partikel abu di udara.

“Dengan demikian, Jakarta tetap mengadakan itu (penyemprotan water mist) dan pembagian masker tetap kita tindaklanjuti,” kata Pramono.

(Achmad Zulfikar Fazli)