Penjualan masker meningkat di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin, 7 September 2026. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Harga Masker di Pasar Tanah Abang Tembus Rp40 Ribu per Boks
Nattasya Amani Vrazeti • 7 September 2026 17:09
Jakarta: Harga jual masker di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, melambung tinggi hingga menembus Rp40 ribu per boks. Kenaikan harga hingga dua kali lipat ini terjadi akibat melonjaknya permintaan warga pascaerupsi Gunung Anak Krakatau yang membawa sebaran abu vulkanik ke wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya.
“Biasa sebelum erupsi itu ya kita jual Rp20 (ribu), tapi sekarang udah bisa Rp40 (ribu), Rp35 (ribu). Per box. Isi 50,” kata salah seorang pedagang toko aksesori dan masker di Pasar Tanah Abang, Ella, 30, saat ditemui Metrotvnews.com di lokasi, Senin, 7 September 2026.
Baca Juga :
Penjualan Masker di Pasar Asemka Meningkat
Namun, dia mengeluhkan keterbatasan pasokan stok karena ada kenaikan harga dari distributor pusat. Pihak pemilik toko belum berani mengambil pasokan dalam jumlah besar, lantaran harga modal dari distributor sudah terlanjur tinggi, sedangkan durasi erupsi belum dapat dipastikan.
“Kita mau jual lagi cuma harganya udah drastis Kak naik dari sananya.Jadi bosnya udah enggak berani ngambil lagi. Takutnya kan ini erupsinya cuma sampai hari kapan gitu ya. Takutnya nanti kita belanja banyak dengan harga mahal, nanti kan takutnya erupsinya udah enggak ini kan enggak ini lagi harganya. Sedangkan kita dapat modal mahal,” ungkap Ella.
Selain kemasan boks, Ella menyediakan kemasan eceran isi 10 buah seharga Rp10.000 per paket.
“Sama sih, kalau diecernya sama, cuma yang boksnya yang beda. Kalau boks tuh harga biasa Rp20 ribu kita jual, Rp15 kita juga jual. Cuma kalau sekarang sudah enggak bisa,” kata dia.

Harga masker di Pasar Tanah Abang tembus Rp40 ribu per boks. Foto: Metro TV/Nattasya Amani.
Berbeda dengan Ella, pedagang masker yang ditemui di sudut lain Pasar Tanah Abang, Yanti, 20, mengatakan tidak ada kenaikan harga masker di tokonya. “Enggak sih, kak. Kalau dari harga kita sama saja,” kata Yanti.
Yanti menjelaskan peningkatan signifikan terjadi pada jumlah pembeli dan volume barang yang dibeli per transaksi. Sebelum erupsi terjadi, pembelian masker di lapaknya tergolong jarang. Semenjak erupsi, kata dia, penjualan bisa menembus 15 hingga 20 pack per hari, dengan harga Rp10 ribu per pack yang berisi sekitar satu lusin masker.
“Yang beli makin banyak. Kemarin sore yang toko sebelah itu beli lima. Terus paginya itu sebelumnya tiga,” jelas Yanti.
Kondisi tersebut membuat omset harian dari penjualan masker ikut terdorong naik. Dia menyebut pihaknya mencatat estimasi kenaikan omzet harian dari penjualan masker mencapai 20 hingga 30 persen daripada hari-hari biasa.
“(Kenaikan penjualan) 20 persen atau 30 persen gitu kan perbedaannya,” ungkap dia.