Kombes Boy J. Situmorang meninjau tanaman jagung sebagai bagian dari dukungan Polda Riau terhadap program ketahanan pangan. (Foto: Ist)
Luas Panen Jagung Riau Naik 14,47%, Polda Riau Perkuat Dukungan Ketahanan Pangan
Patrick Pinaria • 4 September 2026 13:41
Pekanbaru: Produksi jagung di Provinsi Riau menunjukkan perkembangan positif sepanjang 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat luas panen jagung di Riau pada Januari hingga Oktober 2026 mencapai 878 hektare, meningkat 14,47 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan luas panen tersebut turut diikuti pertumbuhan produksi. Berdasarkan Berita Resmi Statistik BPS Nomor 93/09/Th. XXIX yang dirilis pada 1 September 2026, produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen (JPK-KA14%) di Riau mencapai 3.642 ton.
Jumlah tersebut meningkat 245 ton atau sekitar 7,21 persen dibandingkan Januari-Oktober 2025 yang tercatat sebesar 3.397 ton.
Karo SDM Polda Riau Kombes Boy J. Situmorang mengatakan, perkembangan tersebut menjadi sinyal positif bagi upaya memperkuat ketahanan pangan di Riau. Menurutnya, peningkatan produksi perlu terus dijaga melalui kolaborasi pemerintah, petani, kelompok masyarakat, dunia usaha, serta berbagai unsur lainnya.
"Data BPS menunjukkan ada perkembangan positif. Luas panen bertambah dan produksi jagung juga meningkat. Bagi kami, ini menjadi semangat untuk terus mendukung program ketahanan pangan yang saat ini juga menjadi salah satu program prioritas nasional," kata Boy, Jumat, 4 September 2026.
Menurut Boy, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan tidak dimaksudkan untuk mengambil peran petani maupun instansi teknis.
Polri hadir untuk mendukung, menggerakkan potensi yang tersedia, serta membangun kolaborasi agar program pemerintah dapat berjalan hingga ke tingkat masyarakat.
Di Riau, Polda Riau bersama jajaran telah menjalankan berbagai program ketahanan pangan, mulai dari pemanfaatan lahan produktif, penanaman jagung, pendampingan kelompok tani hingga membangun sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Polda Riau mendorong kolaborasi dengan petani dan berbagai pihak untuk mendukung program ketahanan pangan di Riau. (Foto: Ist)
"Ketahanan pangan bukan pekerjaan satu institusi. Petani tetap menjadi aktor utama. Tugas kita adalah bagaimana ikut menciptakan ekosistem yang mendukung, membuka kolaborasi dan memastikan potensi yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.
Boy menilai peningkatan luas panen sebesar 14,47 persen juga memperlihatkan masih terbukanya ruang pengembangan jagung di Riau. Terlebih, secara nasional produksi jagung juga menunjukkan tren pertumbuhan.
BPS mencatat produksi jagung nasional dengan standar kadar air 14 persen pada Januari-Oktober 2026 mencapai sekitar 14,25 juta ton, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 14,08 juta ton.
Meski Riau belum termasuk dalam sepuluh provinsi penghasil jagung terbesar nasional, Boy mengatakan kondisi tersebut justru menjadi peluang untuk terus mendorong peningkatan luas tanam, produktivitas serta keterlibatan masyarakat dalam pengembangan komoditas jagung.
"Kita tentu tidak berhenti pada angka hari ini. Masih ada ruang yang cukup besar untuk tumbuh. Yang terpenting adalah bagaimana peningkatan ini bisa dijaga secara berkelanjutan dan pada akhirnya memberikan manfaat ekonomi bagi petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan," kata Boy.
Polda Riau, lanjut Boy, akan terus mendukung kebijakan pemerintah dalam mewujudkan swasembada dan ketahanan pangan melalui langkah-langkah yang sesuai dengan tugas dan kapasitas Polri.
"Semakin banyak lahan yang produktif, semakin besar produksi yang dihasilkan, dan semakin kuat pula ketahanan pangan daerah. Harapannya, Riau tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan daerah, tetapi secara bertahap juga meningkatkan kontribusinya terhadap ketahanan pangan nasional," tutupnya.